27 C
Semarang
Kamis, 12 Februari 2026

Bayar Jutaan, Pedagang Dandangan Mengeluh Tendanya Bocor

JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Pelaksanaan tradisi tahunan Dandangan 2026 di Kabupaten Kudus yang berlangsung mulai 7 hingga 18 Februari 2026, diwarnai keluhan dari sejumlah pedagang terkait fasilitas tenda dan sarana pendukung lainnya.

Meski telah membayar biaya sewa yang tidak murah, para pedagang mengaku harus bekerja ekstra untuk mengamankan barang dagangan mereka.

Riska Amelia, seorang pedagang baju di area tersebut, mengungkapkan kekecewaannya terkait ketersediaan listrik. Sejak hari pertama berjualan, masalah pemadaman atau ketidaksiapan aliran listrik menjadi kendala utama yang menghambat aktivitas perdagangan di malam hari.

ā€˜ā€™Padahal, listrik merupakan kebutuhan vital bagi para pedagang untuk menarik pengunjung dan melayani pembeli,’’ ungkapnya.

Senada dengan Riska, Mikael, yang juga berjualan pakaian, harus menghadapi kondisi tenda yang memprihatinkan. Saat hujan turun, tenda yang disediakan panitia mengalami kebocoran hingga membasahi stok barang dagangannya.

Baca juga:  Sudewo-Chandra Akui Sudah Jalankan Sejumlah Langkah Strategis Jelang Pelantikan

Alhasil, Mikael terpaksa menambal sendiri bagian tenda yang bocor agar air tidak semakin merusak pakaian yang ia jual. Tidak hanya itu, ia juga harus memasang sekat terpal secara mandiri karena fasilitas sekat antar-tenda dinilai kurang

ā€˜ā€™Tenda yang berlubang saya tambal sendiri, termasuk memasang terpal di sekat antar tenda,’’ imbuhnya.

Diketahui, biaya sewa tenda yang dikeluarkan setiap pedagang cukup besar. Untuk lapak di Blok G itu, harga sewa per tenda dipatok sebesar Rp1,5 juta.

Para pedagang berharap dengan harga sewa tersebut, Pemkab Kudus melalui panitia penyelenggara dapat memberikan fasilitas yang layak dan responsif terhadap kendala teknis di lapangan. (han/rit)



TERKINI

Rekomendasi

...