27 C
Semarang
Kamis, 12 Februari 2026

Kepastian Penyebab Keracunan MBG di Kudus Tunggu Labkesda Provinsi

JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, dr. Abdul Hakam, menyatakan pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab pasti insiden keracunan yang menimpa siswa SMA 2 Kudus. Meski hasil uji laboratorium menunjukkan adanya bakteri Escherichia coli (E. coli), namun temuan tersebut dinilai belum cukup kuat untuk menjadi faktor tunggal.

Hakam menjelaskan bahwa berdasarkan hasil uji kimia, parameter air dan makanan sebenarnya masih dalam batas normal. Ia pun mempertanyakan keterkaitan langsung bakteri tersebut dengan kasus yang hanya terjadi di satu titik.

‘’E. coli itu hampir di semua tempat ada. Masalahnya, kenapa hanya SMA 2 yang terkena? Padahal ada 12 sekolah lain yang juga menerima distribusi dari SPPG Purwosari 1 dan menggunakan sumber mata air yang sama,’’ ujar Hakam saat ditemui di RSUD Kudus, Rabu (12/2).

Baca juga:  Sabar Lur! Akhir April 2023 Pengerjaan Jembatan Juwana Selesai

Sambungnya, ketidakkonsistenan data antara temuan tim kesehatan dengan investigasi Polres Kudus menjadi alasan kuat DKK, untuk tidak terburu-buru mengambil kesimpulan. Hakam menduga ada faktor lain di luar kendali teknis, termasuk kemungkinan masalah kebersihan di lingkungan tertentu yang tidak bisa diintervensi langsung oleh pihaknya.

‘’Kalau sumber airnya sama, harusnya sekolah lain juga kena. Ini yang membuat kesimpulan belum tentu dari E. coli. Kita perlu konsultasi lebih lanjut dengan Polres karena temuan mereka berbeda,’’ tambahnya.

Menyikapi hal ini, DKK Kudus telah menggandeng B-POM dan Labkes Provinsi Jawa Tengah untuk melakukan audit menyeluruh. Fokus utama saat ini adalah meninjau ulang Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) milik pihak penyedia makanan yakni SPPG Kudus Purwosari 1.

‘’Kami sudah merencanakan pertemuan dengan pihak SPPG. Jika hasil investigasi menunjukkan standar SLHS tidak terpenuhi, maka perizinan mereka akan kami tinjau ulang atau dipertimbangkan kembali,’’ tegas Hakam.

Baca juga:  Ojol di Kudus Diajak Jaga Kondusivitas Daerah

Selain evaluasi dokumen, DKK juga mengisyaratkan adanya sidak bersama Badan Ketahanan Pangan (BKN) dan koordinator wilayah untuk memastikan keamanan pangan di lingkungan sekolah tetap terjaga.

Sebelumnya, sebanyak 121 siswa SMA 2 Kudus diduga keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG), yang didistribusikan SPPG Purwosari 1 Kecamatan Kota, Kudus, Rabu (28/1/2026) siang.

Diketahui, mereka diduga mengalami keracunan menu MBG dari SPPG Purwosari 1, berupa nasi putih, soto ayam suwir, tempe goreng, toge, buah kelengkeng. Menu tersebut didistribusikan pada Rabu, 28 Januari 2026. Namun, sehari setelahnya mengeluh mual hingga diare dan dilarikan ke rumah sakit sejak Kamis (29/1/2026) pagi. (han/rit)



TERKINI

Rekomendasi

...