JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus memastikan kelanjutan pembukaan akses jalan penghubung antara Desa Rahtawu (Kecamatan Gebog) dan Desa Ternadi (Kecamatan Dawe) pada tahun ini. Proyek strategis di lereng Pegunungan Muria tersebut dinilai krusial untuk memangkas jarak tempuh sekaligus memacu urat nadi ekonomi warga di kedua wilayah.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, mengungkapkan bahwa proyek fisik ini direncanakan bergulir melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun 2026. Meski demikian, ia menekankan pentingnya kajian lingkungan yang mendalam mengingat sebagian lahan merupakan milik Perhutani.
‘’Kami lakukan kajian secara komprehensif. Jangan sampai pembukaan jalan justru merusak keasrian lingkungan. Kearifan lokal dan aspek sosial budaya harus tetap terjaga,’’ ujar Sam’ani, pimpinan Apel TMMD Sengkuyung 1/2026, di Desa Ngembal Kulon, Selasa (10/2) baru-baru ini.
Pihaknya menegaskan, koordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi terkait rencana tersebut telah dilakukan.’’Pada prinsipnya, jika pusat dan provinsi memberikan izin, kita jalankan. Izin Perhutani tetap menjadi prioritas yang harus dipenuhi,’’ tegasnya.
Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kudus, Famny Dwi Arfana, merinci bahwa jalan penghubung tersebut saat ini telah terbuka sepanjang 500 meter dengan lebar empat meter.
‘’Pada tahap lanjutan di akhir tahun 2026, Pemkab menargetkan penambahan akses sepanjang 500 meter lagi dengan alokasi anggaran sekitar Rp 500 juta,’’ tuturnya.
Kata dia, awalnya ini hanya jalan setapak selebar satu meter yang tertutup semak. Sekarang sudah bisa dilalui kendaraan roda empat meski statusnya masih pembukaan lahan.
Secara keseluruhan, jalan tembus ini diprediksi memiliki panjang total 3 hingga 4 kilometer. Mengingat medan yang menantang dan keterbatasan fiskal, pengerjaan dilakukan secara bertahap melalui program Karya Bakti yang melibatkan sinergi TNI dan masyarakat.
‘’Harapan Bapak Bupati, program ini berkelanjutan setiap tahun sehingga pada 2027 seluruh jalur bisa tersambung sepenuhnya. Ini bukan sekadar jalan, tapi akses distribusi pertanian dan pengungkit potensi wisata di kawasan Muria,’’ pungkasnya. (han/rit)






