JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Polsek Kudus Kota bergerak cepat meredam potensi gangguan keamanan di wilayah hukumnya. Buntut dari rencana tawuran bersenjata tajam di kawasan belakang Pabrik Gula (PG) Rendeng yang berhasil digagalkan, baru-baru ini.
Petugas kini memburu sejumlah remaja yang tergabung dalam komunitas ‘Tongker’ (Tongkrongan Keren). Hingga Senin (2/3) malam, Unit Reskrim dan Unit Intelkam Polsek Kudus Kota telah mengamankan 21 pemuda, untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Kapolsek Kudus Kota, AKP Subkhan, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi kelompok yang mencoba mengusik kondusivitas kamtibmas,’’Kami ingin masalah ini selesai sampai ke akarnya. Komunitas yang mengarah pada tindakan negatif akan kami bubarkan,’’ tegas Subkhan saat dikonfirmasi di Mapolsek Kudus Kota.
Dijelaskan Subkhan, dalam penyelidikan mengungkap fakta mengejutkan. Aksi nekat para remaja ini dipicu oleh masalah sepele, yakni dendam akibat kekalahan dalam aksi “perang air” yang terjadi di Desa Pedawang, Kecamatan Bae, sehari sebelumnya.
Merasa tidak terima, salah satu pihak memprovokasi rekan-rekannya untuk melakukan aksi balasan secara terencana dengan membawa senjata tajam. Petugas pun telah mengidentifikasi anggota komunitas ‘Tongker’ yang anggotanya terdiri dari pelajar tingkat SMP, SMA/SMK, hingga pemuda yang sudah bekerja.
‘’Mayoritas pelaku diketahui berasal dari lingkungan sekolah di wilayah Kecamatan Bae,’’ jelasnya.
Dalam operasi maraton tersebut, polisi berhasil menyita sejumlah senjata tajam yang sedianya akan digunakan untuk tawuran. Selain itu, petugas mengidentifikasi 12 sepeda motor yang digunakan para pelaku, di mana beberapa di antaranya merupakan kendaraan dengan plat nomor luar kota, seperti Pati dan Semarang.
Pihaknya pun mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak di luar jam sekolah agar tidak terjerumus dalam lingkaran komunitas negative.
’’Saat ini, nama-nama terduga pelaku lainnya sudah masuk dalam radar pengejaran petugas guna memastikan stabilitas keamanan di Kota Kretek tetap terjaga,’’ pungkasnya. (han/rit)










