30 C
Semarang
Kamis, 5 Maret 2026

Perayaan Cap Go Meh di Kudus jadi Bukti Nyata Toleransi

JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Wajah toleransi di Kabupaten Kudus kembali bersinar terang, pada perayaan malam puncak Imlek, Selasa (3/3). Meski berlangsung di tengah suasana khidmat bulan suci Ramadan, perayaan Cap Go Meh di Klenteng Hok Hien Bio tetap menyedot antusiasme tinggi dari masyarakat lintas etnis dan agama.

Gemuruh tabuhan genderang mengiringi aksi Barongsai dan Wushu yang memukau penonton di halaman kelenteng. Salah satu momen ikonik yang mencuri perhatian adalah penampilan Laily Zuhaida (16). Atlet Wushu perempuan berhijab itu tampil enerjik mengenakan kostum biru dengan balutan jilbab putih.

‘’Rasanya terharu bisa ikut merayakan bersama teman-teman. Meski saya muslim, mereka sangat menghargai, begitu pula sebaliknya,’’ tutur Laily usai unjuk kebolehan di depan panggung.

Baca juga:  SD 3 Bulungcangkring jadi Juara Baru MilkLife Soccer Challenge Kudus Seri 1 2025-2026.

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, yang hadir langsung dalam acara tersebut mengaku terpukau. Ia menegaskan bahwa momen ini bukan sekadar seremoni budaya, melainkan simbol kuatnya persaudaraan di “Kota Santri” yang tidak terikat sekat latar belakang agama.

‘’Ini wujud nyata kebersamaan kita. Di tengah bulan puasa, kita tetap bisa saling menghormati. Harmoni dalam toleransi seperti ini harus terus kita jaga agar Kudus tetap damai,’’ ujar Sam’ani.

Sementara itu, Sesepuh Kelenteng Hok Hien Bio, Tjia Eng Bie, menjelaskan bahwa Cap Go Meh tahun ini merupakan penutup rangkaian perayaan Imlek yang telah dimulai sejak 6 Februari lalu. Selain sebagai ritual syukur, acara ini sengaja dijadikan panggung kreasi bagi atlet muda untuk melestarikan seni bela diri Tionghoa.

Baca juga:  Ratusan Kasus ODHIV Ditemukan di Kudus

‘’Harapan kami, Kudus selalu aman dan berkah. Semoga gaung toleransi dari kelenteng ini semakin erat dan tidak ada gesekan di masyarakat,’’ pungkas Eng Bie.

Penutupan tahun baru Imlek 2026 ini pun berakhir manis, meninggalkan pesan kuat bahwa perbedaan budaya justru menjadi perekat kerukunan warga Kudus. (han/rit)



TERKINI

Rekomendasi

...