JATENGPOS.CO.ID, KUDUS -Pemkab Kudus resmi melarang penggunaan sistem suara berkekuatan besar atau sound horeg, dalam rangka memeriahkan malam takbiran Idul Fitri 1447 H mendatang. Langkah tegas ini diambil guna mengantisipasi potensi gesekan dan pertikaian antarwarga, yang kerap dipicu oleh persaingan pengeras suara.
Keputusan tersebut dituangkan dalam kesepakatan bersama yang ditandatangani oleh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kudus, termasuk Penjabat Bupati, Ketua DPRD, Kapolres, Dandim 0722, Kejaksaan, hingga Pengadilan Negeri setempat.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menegaskan bahwa penggunaan sound horeg dalam tradisi takbir keliling lebih banyak mendatangkan mudarat ketimbang manfaat. Ia merujuk pada rentetan insiden di tahun-tahun sebelumnya, di mana penggunaan alat tersebut memicu bentrokan fisik hingga memakan korban jiwa.
‘’Tentu itu preseden buruk. Kami tidak ingin kejadian serupa terulang kembali. Atas kesepakatan bersama, sound horeg dilarang total untuk malam takbiran,’’ ujar Sam’ani, saat ditemui di halaman Balai Desa Jati Wetan, Jumat (6/5) petang.
Meskipun demikian, pemerintah tidak melarang kegiatan takbir keliling itu sendiri. Sam’ani mempersilakan warga tetap merayakan malam kemenangan, namun dengan syarat dilaksanakan di lingkup desa masing-masing guna menghindari persinggungan antar kelompok dari wilayah berbeda.
‘’Silakan takbir keliling, tapi terbatas di desa setempat agar tidak memancing rivalitas yang berujung bentrok,’’ imbuhnya.
Pelaksanaan kegiatan tersebut wajib dikoordinasikan dengan pihak Kecamatan, Polsek, dan Koramil. Personel Bhabinkamtibmas dan Babinsa juga akan diterjunkan langsung untuk mengawal jalannya takbiran agar tetap kondusif dan sesuai norma keagamaan.
Terkait potensi adanya warga atau desa yang membandel, Sam’ani menyerahkan sepenuhnya proses penertiban kepada pihak kepolisian. Ia mengimbau masyarakat untuk fokus pada esensi Idul Fitri sebagai ajang silaturahmi dan menjaga ketertiban wilayah demi kelancaran roda ekonomi.
‘’Mari kita jaga situasi tetap aman. Jangan kotori momen kemenangan ini dengan kegiatan negatif yang tidak bermanfaat,’’ pungkasnya. (han/rit)








