JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Polsek Kudus Kota Polres Kudus menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM), dalam rangka menekan fluktuasi harga kebutuhan pokok masyarakat (Kepokmas) di Kudus. Bazar 3.000 liter minya goreng tersebut digelar dua hari, di halaman Mapolsek Kudus Kota turut Desa Singocandi, Sabtu-Minggu (7-8/3).
Pantauan di lokasi menunjukkan antrean warga yang tertib di bawah pengawasan langsung jajaran Polsek Kudus Kota, mulai dari Waka Polsek hingga para Kanit. Hingga kegiatan berakhir pada Minggu sore pukul 15.00 WIB, situasi dilaporkan aman, kondusif, dan terkendali.
Kapolsek Kudus Kota, AKP Subkhan, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Polres Kudus melalui Primkoppol. Intervensi pasar ini dilakukan untuk memastikan masyarakat mendapatkan minyak goreng sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 15.700 per liter.
‘’Langkah ini adalah bentuk kehadiran Polri dalam membantu ekonomi warga sekaligus memastikan stok pangan tersedia dengan harga terjangkau,’’ ujar AKP Subkhan.
Demi menjamin distribusi yang merata dan mencegah aksi borong, petugas menerapkan syarat ketat. Setiap warga wajib menunjukkan KTP asli dengan batasan pembelian maksimal satu karton per identitas.
Strategi ini terbukti efektif menjaga ketertiban antrean, sebanyak 250 karton Minyakita atau total 3.000 liter ludes terjual selama dua hari pelaksanaan. Masyarakat sangat antusias mendapatkan minyak goreng dengan harga Rp 15.700,00 per liter, jauh lebih terjangkau dibandingkan harga fluktuatif di pasar bebas.
‘’Upaya preventif ini diharapkan mampu mengendalikan laju inflasi daerah, khususnya bagi sektor rumah tangga dan pelaku UMKM di wilayah Kudus Kota yang terdampak kenaikan harga di pasar bebas,’’ ungkapnya. (han/rit)








