30.1 C
Semarang
Senin, 6 April 2026

Pemkab Kudus Gandeng PKK Genjot Kemandirian Ekonomi




JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Pemkab Kudus melalui Disnakerperinkop UKM terus berupaya menekan angka pengangguran dan kemiskinan. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah dengan memperkuat sinergi bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Kudus, melalui program pelatihan kerja berbasis masyarakat.

Ketua TP PKK Kabupaten Kudus, Endhah Sam’ani Intakoris, menekankan bahwa program ini dirancang agar manfaatnya menyentuh langsung hingga ke level rumah tangga. Menurutnya, PKK memiliki peran vital sebagai ujung tombak dalam menjangkau lapisan masyarakat terkecil.

‘’Harapan kami, warga tidak hanya sekadar bisa (memproduksi), tapi mampu mahir. Targetnya bukan hanya untuk konsumsi pribadi, tapi mereka bisa mandiri dan nantinya mampu merekrut tenaga kerja dari lingkungan sekitarnya,’’ ujar Endhah, di Pendapa Wabup Kudus, Senin (6/4).

Baca juga:  Polres Kudus Bersihkan Sekolah Pasca Banjir

Endhah menambahkan, sasaran pelatihan ini mencakup masyarakat yang benar-benar baru akan merintis usaha,’’Pendampingan secara intensif akan terus dilakukan, agar para peserta tidak berhenti di tengah jalan setelah pelatihan usai,’’ kata Endhah.


Sementara Kepala Disnakerperinkop UKM Kudus, Catur Widiyatno, menjelaskan bahwa pemerintah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 2 miliar yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2026 untuk berbagai program pelatihan.

‘’Total ada banyak kelas yang kami buka, mulai dari montir motor, bengkel mobil, menjahit, pengelasan, hingga digital marketing,’’ jelas Catur.

Khusus untuk kolaborasi dengan PKK kali ini, terdapat dua kelas khusus dengan total 32 peserta dan setiap kelasnya terdiri 16 orang. Pihaknya menargetkan seluruh rangkaian pelatihan ini dapat rampung pada bulan Juni mendatang.

Baca juga:  Tanah Longsor Menutup Bagian Jalan Desa di Rahtawu, Kudus

Menurutnya, muara dari semua pelatihan ini adalah pengentasan kemiskinan. Dengan demikian, pelatihan tidak hanya menyasar masyarakat umum, tapi juga menyiapkan kuota khusus bagi penyandang disabilitas, santri, hingga warga di wilayah rawan kemiskinan.

‘’Dengan beragam pelatihan yang komprehensif, Pemkab Kudus optimis struktur ekonomi kerakyatan akan semakin kuat dan mampu menjawab tantangan lapangan kerja di masa depan,’’ pungkasnya. (han/rit)




TERKINI




Rekomendasi

...