29.4 C
Semarang
Rabu, 22 April 2026

Bantuan Puso Tahap II Rp 15 Miliar untuk Ribuan Petani Pati Cair




JATENGPOS.CO.ID, PATI – Ribuan petani di Pati yang sempat terpukul gagal panen akibat banjir awal 2023 akhirnya bernapas lega. Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyerahkan secara simbolis Buku Tabungan Bantuan Stimulan Puso Tahap II senilai total Rp15 miliar kepada perwakilan kelompok tani, Senin (21/4/2026).

Penyerahan berlangsung di Pendopo Kabupaten Pati dan dihadiri Kepala Dinas Pertanian, Kalakhar BPBD Pati, para kepala desa, serta ratusan petani penerima manfaat dari empat kecamatan terdampak.

Bantuan puso ini merupakan program pemerintah pusat melalui BNPB yang menyasar petani gagal panen akibat banjir pada periode Januari sampai Maret 2023. Pati menjadi salah satu daerah dengan dampak cukup luas karena banjir merendam ribuan hektare sawah yang sudah memasuki masa tanam.“Alhamdulillah hari ini bisa terealisasi sejumlah 15 miliar rupiah, bantuan tersebut diberikan kepada sekitar 6.700 petani yang ada di Kabupaten Pati,” ujar Chandra di hadapan petani.

Dana stimulan disalurkan untuk petani di Kecamatan Pati, Sukolilo, Jakenan, dan Kayen. Besarannya Rp8 juta per hektare lahan yang terdampak dan memenuhi verifikasi. Dana masuk langsung ke rekening masing-masing petani agar tepat sasaran dan dapat segera digunakan untuk olah lahan serta pengadaan benih musim tanam berikutnya.


Baca juga:  Polisi Kantongi Identitas Pelaku Penyerangan Warga Desa Ketitang

Chandra menegaskan proses pendataan dan verifikasi penerima sudah tuntas. Tidak ada lagi petani yang tercecer sepanjang memenuhi syarat administrasi dan hasil validasi lapangan.

“Alhamdulillah sudah clear, dan insyaallah untuk ketahanan pangan ini Bapak Presiden sangat konsen,” katanya.

Ia menambahkan, perhatian pemerintah pusat terhadap sektor pertanian sangat serius. Seluruh kepala daerah baru saja mengikuti Rakornas di Kementerian Pertanian yang membahas langkah antisipasi musim kemarau. “Sehingga kemarin kami semua kepala daerah dipanggil di Rakornas di Kementerian Pertanian untuk memberikan bantuan-bantuan terkait musim kemarau mendatang,” jelas Chandra.

Dengan cairnya bantuan tahap II ini, Pemkab Pati mendorong kelompok tani segera melakukan percepatan tanam. Dinas Pertanian diminta mendampingi petani mulai dari pengolahan lahan, pemilihan varietas tahan kering, hingga akses pupuk bersubsidi.

Baca juga:  DPRD Desak Pemkab Kudus Lobi Pemerintah Pusat , Buntut Terbit Aturan Baru Produk IHT

Kalakhar BPBD Pati yang turut hadir menyebut bantuan puso adalah bagian dari skema pemulihan pascabencana. Selain stimulan tunai, pemerintah juga menyiapkan bantuan benih dan sarana prasarana pertanian untuk menghadapi potensi kekeringan.

Para kepala desa penerima mengaku lega karena warganya kini punya modal untuk kembali menggarap sawah. Sejumlah petani yang ditemui usai acara mengatakan dana Rp8 juta per hektare sangat membantu menutup biaya traktor, benih, dan pupuk awal.

Chandra menutup sambutannya dengan menegaskan komitmen Pati menjaga ketahanan pangan daerah. Pati sebagai salah satu lumbung beras di Jawa Tengah diharapkan tetap produktif meski sempat dihantam banjir awal tahun lalu.

Bantuan Puso Tahap II ini menjadi bukti negara hadir saat petani jatuh. Selanjutnya, Pemkab Pati akan mengawal penggunaan dana agar benar-benar kembali ke lahan, sehingga produksi padi Pati bisa pulih dan target tanam musim berikutnya tercapai.(Ida/rit)




TERKINI




Rekomendasi

...