JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Masyarakat Kabupaten Kudus kembali diresahkan oleh unggahan video yang menunjukkan kerumunan pelajar, di sepanjang ruas jalan raya Bareng-Colo turut Desa Rejosari, Kecamatan Dawe, Kudus, Senin (4/5) siang.
Dalam video yang berdurasi 1.10 menit itu, nampak situasi mencekam saat puluhan remaja berpakaian seragam sekolah SMA, berlarian di tengah jalan raya, hingga mengganggu arus lalu lintas.
Rekaman amatir yang tersebar luas di berbagai platform media sosial tersebut memperlihatkan suasana yang tidak kondusif. Beberapa pelajar terlihat membawa benda tumpul dan benda tajam yang diduga senjata tajam (sajam).
Aksi kejar-kejaran antar kelompok tersebut menciptakan ketegangan bagi warga sekitar dan pengguna jalan yang melintas. Tak hanya aksi saling kejar, di tengah kerumunan massa juga nampak kepulan asap tipis yang diduga berasal dari petasan atau flare.
Suara ledakan kecil dan teriakan massa menambah kesan kacau di lokasi kejadian. Belum diketahui secara pasti apa yang menjadi pemicu bentrokan tersebut, namun dugaan kuat mengarah pada perselisihan antarkelompok pelajar.
‘’Mereka tiba-tiba berkerumun di tengah jalan sambil naik sepeda motor. Ada juga yang berlari. Sangat membahayakan, apalagi ada yang bawa benda-benda panjang seperti senjata,’’ ujar salah satu warga yang berada di sekitar lokasi saat kejadian.
Pihak Polres Kudus tengah mendalami identitas sekolah maupun oknum pelajar yang terlibat dalam aksi tawuran tersebut. Patroli di jalur rawan bentrokan, khususnya arah Colo, akan semakin diperketat guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Warga berharap pihak sekolah dan orang tua dapat memberikan pengawasan lebih ketat terhadap anak-anak mereka agar tidak terjerumus dalam aksi anarkis yang merugikan kepentingan publik. (han/rit)













