JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Warga Desa Tumpangkrasak, Kecamatan Jati, Kudus, digemparkan dengan penemuan jenazah seorang pria di dalam rumahnya pada Jumat (8/5) pagi. Korban diketahui bernama Yuskan (58), warga RT 04/RW 01, yang ditemukan dalam kondisi sudah kaku setelah beberapa hari tidak terlihat keluar rumah.
Kepala Desa Tumpangkrasak, Sarjoko Saputro, menuturkan penemuan ini bermula dari kecurigaan tetangga sekitar. Menurut penuturan warga, Yuskan terakhir kali terlihat beraktivitas di luar rumah sekitar tiga hari yang lalu. Namun, setelah itu, rumah korban terus tertutup rapat, yang memicu tanda tanya bagi warga setempat.
Kecurigaan semakin menguat ketika seorang warga hendak mengantarkan bubur ke rumah korban. Saksi merasa janggal karena pintu rumah terkunci dan kondisi sekitar tampak sangat sepi. Merasa ada yang tidak beres, warga kemudian melaporkan hal tersebut kepada perangkat desa setempat yakni Kepala Dusun (Kadus).
‘’Sekitar pukul 07.15 WIB, pak Kadus bersama warga memutuskan untuk mendobrak pintu rumah korban. Saat pintu terbuka, mereka menemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan tubuh yang telah kaku,’’ ungkap Sarjoko, saat ditemui di lokasi.
Sambungnya, warga yang berada di lokasi tidak berani menyentuh jenazah dan langsung melaporkan kejadian tersebut,’’Warga laporan kepada saya, kemudian saya teruskan kepada Polsek Jati,’’ imbuhnya.
Masih kata Sarjoko, soal aktivitas korban, sehari-harinya bekerja sebagai buruh serabutan, dan tinggal seorang diri di rumahnya selama kurang lebih tiga tahun terakhir setelah sang ibu meninggal dunia.
‘’Korban tinggal sendiri sejak ibunya meninggal. Kerjanya serabutan, kadang keluar kota,’’ tandasnya.
Sementara Kapolres Kudus, AKBP Heru Dwi Purnomo, melalui Wakapolres Kudus, Kompol Rendi Johan, membenarkan adanya penemuan mayat tersebut.
‘’Benar, ada penemuan jenazah di Desa Tumpangkrasak. Saat ini masih diselidiki oleh tim Inafis Polres Kudus bersama dokter dari Puskesmas Ngembal Kulon,’’ ujar Kompol Rendi didampingi Kapolsek Jati, AKP Hadi Noor Cahyo, di lokasi kejadian.
Hasil pemeriksaan tim Inafis Polres Kudus dan dokter Puskesmas, sambungnya, korban yang hidup sebatang kara, diperkirakan sudah meninggal lebih dari 12 jam sebelum ditemukan. Saat ditemukan, tubuh korban sudah dalam keadaan kaku dengan lebam mayat di punggung.
Selain itu, terdapat darah yang keluar dari hidung korban, yang menurut tim medis disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah di kepala. ’’Tetapi, dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan pada tubuh korban,’’ pungkasnya. (han/rit)













