JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriyah, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi Jawa Tengah bersama Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus, memperketat standarisasi penyembelihan hewan kurban, dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Juru Sembelih Halal (Juleha) di Masjid At-Taqwa, Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, baru-baru ini.
Diketahui, kegiatan tersebut diikuti oleh 60 perwakilan takmir masjid se-Kabupaten Kudus, dan menghadirkan narasumber ahli dari DPW Juleha Jawa Tengah, Eri Gunarto. Para peserta dibekali materi krusial, mulai dari tata cara penyembelihan sesuai syariat Islam hingga penerapan standar kesejahteraan hewan.
Kepala Bidang Peternakan Dispertan Kudus, Arin Nikmah, mengungkapkan bahwa pelatihan ini merupakan upaya mencetak petugas kurban yang profesional. Program ini terlaksana berkat dukungan anggaran dari Pemprov Jateng serta kolaborasi sektor swasta di Kabupaten Kudus.
‘’Harapan kami, saat Iduladha nanti para takmir bisa menjalankan penyembelihan secara profesional. Daging yang dihasilkan harus memenuhi prinsip ASUH yakni Aman, Sehat, Utuh, dan Halal,” ujar Arin.
Arin menyebutkan, antusiasme juru sembelih di Kudus cukup tinggi. Sebelum pelatihan tingkat provinsi ini, DPD Juleha setempat telah lebih dulu melatih 187 peserta,’’Dengan tambahan 60 peserta kali ini, diharapkan sebaran juru sembelih bersertifikasi di masjid-masjid Kudus semakin merata,’’ imbuhnya.
Sementara itu, Plt Kabid Veteriner Disnakkeswan Jateng, Budy Astiantoro, menegaskan bahwa bimtek ini adalah bagian dari kesiapan hulu ke hilir. Selain peningkatan kapasitas SDM, pihaknya juga mulai memperketat lalu lintas ternak di titik perbatasan Jawa Tengah yang berbatasan dengan Jawa Barat, Jawa Timur, dan DIY.
‘’Mobilitas ternak menjelang Iduladha sangat tinggi. Kami melakukan pengawasan ketat di perbatasan serta pengecekan kesehatan hewan di lapak-lapak penjualan untuk memastikan hewan kurban bebas penyakit,’’ jelas Budy.
Terkait kewaspadaan penyakit menular, Budy memastikan program vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terus berjalan sejak awal tahun. Ia juga memberi sinyal positif terkait kondisi penyakit Antraks.
“Untuk tahun ini kondisi Antraks terpantau aman, namun kami tidak boleh lengah. Pengawasan dan vaksinasi rutin tetap menjadi prioritas kami agar masyarakat merasa tenang saat berkurban,” pungkasnya. (han/rit)













