JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Universitas Muria Kudus (UMK) menegaskan sikapnya dalam menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Alih-alih terlibat dalam urusan teknis seperti mendirikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), justru memilih untuk mengambil peran sebagai lembaga evaluasi, konsulting, dan auditing.
Rektor UMK, Prof. Darsono, menekankan bahwa langkah ini diambil demi menjaga komitmen kampus sebagai center of excellence (pusat keunggulan, red). Menurutnya, dukungan terhadap program pemerintah, tidak harus selalu diwujudkan melalui pengelolaan teknis di lapangan.
‘’Perguruan tinggi merupakan pusat pengembangan akademik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Prinsip itu tidak boleh ditinggalkan,” tegas Prof. Darsono, ditemui di kampus baru-baru ini.
Lebih lanjut, Prof. Darsono menilai bahwa pembagian peran yang proporsional sangat penting untuk optimasi program. Jika kampus dipaksakan mengelola dapur secara langsung, dikhawatirkan hal tersebut justru akan mematikan potensi pelaku usaha kecil di sekitar masyarakat.
‘’Kalau UMK di-endorse untuk berperan, tentu kami lebih tepat pada posisi evaluasi, konsulting, maupun auditing. Kalau membuat dapur langsung, kasihan juga UMKM di luar. Harus ada keseimbangan peran,” imbuhnya.
Sistem yang ideal, menurut Rektor, adalah adanya sinergi antarpihak: ada yang bertugas menjalankan dapur, ada yang menjadi penjamin mutu, serta ada pihak yang melakukan asesmen. Dengan skema ini, setiap elemen bisa saling mengontrol demi menghasilkan kualitas program yang maksimal.
Meski hingga saat ini belum terlibat langsung dalam pelaksanaan MBG di wilayah Kudus, UMK menyatakan kesiapannya jika sewaktu-waktu pemerintah membutuhkan sinergi akademik.
Kontribusi tersebut nantinya akan disalurkan melalui instrumen keilmuan seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN), pengembangan instrumen evaluasi, hingga studi visibilitas program dari sisi knowledge development.
‘’Secara prinsip, kami siap berkontribusi pada pengembangan program MBG secara berkelanjutan, namun tetap dalam koridor kompetensi dasar kami sebagai pengembang ilmu pengetahuan,” pungkasnya. (han/rit)













