Wujudkan Kebijakan Tepat Sasaran melalui Sensus Ekonomi 2026


JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Data akurat menjadi fondasi krusial dalam perencanaan pembangunan dan pengambilan kebijakan. Menyadari hal tersebut, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris resmi mencanangkan Sensus Ekonomi 2026 tingkat Kabupaten Kudus, di Sapphire Boutique Hotel, Senin (8/6).

Agenda ini menandai dimulainya rangkaian pendataan ekonomi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kudus. Output sensus diproyeksikan memberi gambaran menyeluruh kondisi ekonomi daerah hingga tingkat wilayah terkecil demi penyusunan kebijakan yang lebih efektif.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh kepada BPS Kabupaten Kudus atas penyelenggaraan sensus ekonomi. Menurutnya, data valid dan lengkap sangat dibutuhkan untuk menentukan arah pembangunan daerah.

‘’Data yang akurat merupakan fondasi utama dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran. Karena itu, kami mengapresiasi BPS Kabupaten Kudus yang terus berupaya menghadirkan data berkualitas sebagai dasar pengambilan keputusan bagi pemerintah maupun pihak lainnya,” ujar Sam’ani.


Baca juga:  Puluhan Takmir Masjid di Kudus Ikuti Bimtek Juleha Jamin Daging Kurban ASUH

Sebagai komitmen nyata, Pemerintah Kabupaten Kudus telah menerbitkan surat edaran tentang dukungan penyelenggaraan SE2026. Bupati juga mengajak seluruh masyarakat berpartisipasi aktif dengan memberikan informasi yang benar kepada petugas.

‘’Kami mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Kudus memberikan data jujur dan apa adanya kepada petugas sensus. Data yang dihimpun akan menjadi dasar menentukan arah pembangunan demi mewujudkan Kudus yang Sejahtera, Harmoni, dan Takwa,’’ lanjutnya.

Sementara Kepala BPS Kabupaten Kudus, Eko Suharto, menjelaskan pelaksanaan sensus ekonomi tahun ini akan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 mendatang. Sedang pendataan dilakukan menyeluruh menggunakan metodologi door to door oleh petugas lapangan ke seluruh unit usaha dan pelaku ekonomi nonpertanian.

‘’Langkah ini untuk memperoleh gambaran lengkap populasi usaha, karakteristik kegiatan ekonomi, serta potensi ekonomi di Kabupaten Kudus,’’ ujar Eko.

Baca juga:  LPSK Proaktif Tangani Kasus TPKS di Ponpes Pati

Adapun teknis pelaksanaan, lanjut Eko, akan diterjunkan sebanyak 622 petugas lapangan yang akan mendata 4.291 Satuan Lingkungan Setempat (SLS) dan sub SLS di seluruh wilayah Kabupaten Kudus. Sehingga data ekonomi hingga wilayah terkecil mampu di himpun.

Masih kata Eko, hasil sensus nantinya tidak hanya dimanfaatkan pemerintah. Akademisi, pelaku usaha, peneliti, dan pemangku kepentingan lain juga bisa menggunakannya untuk menyusun program serta strategi pembangunan.

‘’Keberhasilan pembangunan tidak lepas dari kebijakan tepat sasaran, dan kebijakan yang baik harus didukung data yang baik pula. Data hasil SE2026 akan menjadi referensi penting berbagai pihak dalam merancang langkah pembangunan dan pengembangan ekonomi daerah,” terangnya. (mas/han/rit)

 


TERKINI

Rekomendasi

...