JATENGPOS.CO.ID, PATI – Pemerintah Kabupaten Pati kembali menunjukkan keseriusannya dalam mendorong masuknya investasi sebagai salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Komitmen tersebut ditegaskan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, saat menerima rombongan investor asal China di Ruang Pringgitan Dalam, Kompleks Pendopo Kabupaten Pati, Selasa (14/7).
Pertemuan tersebut membahas rencana investasi pembangunan pabrik tas dan koper yang diproyeksikan mampu menyerap sekitar 3.500 tenaga kerja. Kehadiran industri baru tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam mengurangi angka pengangguran sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pati.
Dalam kesempatan itu, Chandra menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Pati berkomitmen memberikan kemudahan perizinan serta kepastian berusaha bagi para investor yang ingin menanamkan modalnya di daerah tersebut. Menurutnya, iklim investasi yang sehat dan kondusif menjadi salah satu kunci dalam mempercepat pembangunan ekonomi daerah.
Pemerintah daerah, kata dia, terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan investasi melalui sistem yang cepat, mudah, transparan, dan terintegrasi. Langkah tersebut dilakukan agar investor memperoleh kepastian dalam menjalankan kegiatan usahanya sejak tahap perencanaan hingga operasional.
“Kami ingin setiap investor yang datang ke Pati merasa aman, nyaman, dan mendapatkan kepastian pelayanan. Investasi yang masuk harus mampu membuka lapangan kerja, menggerakkan perekonomian daerah, dan memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Pati,” ujar Chandra.
Ia menambahkan, masuknya investasi baru tidak hanya berdampak pada penciptaan lapangan kerja, tetapi juga mampu memunculkan efek berganda (multiplier effect) bagi sektor-sektor ekonomi lainnya. Kehadiran industri berskala besar dinilai dapat mendorong pertumbuhan usaha pendukung, meningkatkan aktivitas perdagangan, serta memperluas peluang usaha bagi pelaku UMKM lokal.
Kabupaten Pati sendiri dinilai memiliki sejumlah keunggulan yang dapat menjadi daya tarik bagi investor. Selain didukung ketersediaan sumber daya manusia yang cukup besar, wilayah ini juga memiliki posisi strategis di kawasan Pantura Jawa Tengah dengan akses transportasi yang terus berkembang.
Rencana pembangunan pabrik tas dan koper tersebut mendapat perhatian khusus dari pemerintah daerah mengingat potensi penyerapan tenaga kerja yang cukup besar. Dengan kebutuhan sekitar 3.500 pekerja, industri tersebut berpotensi menjadi salah satu sektor manufaktur terbesar yang beroperasi di Kabupaten Pati dalam beberapa tahun mendatang.
Sementara itu, perwakilan investor asal China, Ferry, menyampaikan apresiasi atas sambutan dan dukungan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Pati. Menurutnya, kondisi daerah yang kondusif menjadi salah satu pertimbangan utama dalam penjajakan investasi yang sedang dilakukan.
Ia menilai Kabupaten Pati memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan serta lingkungan yang mendukung untuk pengembangan industri manufaktur. Selain itu, komitmen pemerintah daerah dalam memberikan kemudahan pelayanan menjadi faktor penting yang meningkatkan kepercayaan investor.
“Kami berterima kasih kepada Pak Bupati yang telah menerima kami. Kami melihat kondisi Pati sangat kondusif. Potensi investasinya juga baik dan kami mendapat dukungan penuh, termasuk arahan lokasi serta komitmen pemerintah daerah dalam membantu proses perizinan,” kata Ferry.
Menurut Ferry, pihaknya saat ini masih melakukan berbagai kajian teknis dan koordinasi dengan sejumlah perangkat daerah terkait. Kajian tersebut meliputi kebutuhan lahan, kesiapan infrastruktur pendukung, aspek lingkungan, hingga ketersediaan tenaga kerja yang akan dibutuhkan ketika pabrik mulai beroperasi.
Meski demikian, ia optimistis proses penjajakan investasi dapat berjalan lancar sehingga rencana pembangunan pabrik tas dan koper tersebut segera memasuki tahap berikutnya. Jika terealisasi, investasi tersebut diyakini akan memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pati.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait turut hadir sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan investasi. Di antaranya Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR), Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Pati.
Kehadiran berbagai OPD tersebut menunjukkan keseriusan Pemerintah Kabupaten Pati dalam memberikan pendampingan kepada calon investor sejak tahap awal. Melalui koordinasi lintas sektor, berbagai kebutuhan dan persyaratan yang diperlukan dapat diproses secara lebih efektif dan efisien.
Pemerintah Kabupaten Pati berharap masuknya investasi baru dapat memperkuat struktur ekonomi daerah yang selama ini ditopang oleh sektor pertanian, perdagangan, dan industri pengolahan. Selain meningkatkan daya saing daerah, investasi juga diharapkan mampu membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi masyarakat lokal dan mempercepat pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Dengan dukungan pemerintah daerah dan minat investor yang semakin meningkat, Kabupaten Pati optimistis dapat menjadi salah satu tujuan investasi yang kompetitif di Jawa Tengah. Realisasi pembangunan pabrik tas dan koper tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi masuknya investasi-investasi strategis lainnya yang mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.(Ida/rit)





