JATENGPOS.CO.ID, PATI – Peternakan kambing dan domba Berkah Ngarit Farm yang berada di Desa Tawangrejo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, tidak hanya bergerak di bidang peternakan kambing dan domba, tetapi juga mengembangkan wisata edukasi bagi anak-anak.
Selain fokus pada budidaya kambing dan domba, peternakan ini kini membuka layanan outing class untuk siswa PAUD, TK hingga SD agar dapat mengenal dunia peternakan secara langsung.
Pemilik Berkah Ngarit Farm, Unun Alfiyana, mengatakan program tersebut bertujuan memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus edukatif bagi anak-anak. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya melihat hewan ternak dari kejauhan, tetapi juga dapat berinteraksi secara langsung.

“Selain bergerak di bidang peternakan, kami juga menerima outing class dari anak-anak PAUD dan TK untuk memperkenalkan berbagai jenis kambing dan domba secara langsung,” ujar Unun.
Dalam setiap kegiatan, peserta diajak mengikuti berbagai aktivitas menarik. Mulai dari mengenal jenis-jenis kambing dan domba, memberi pakan ternak, melihat praktik pencukuran bulu domba, hingga menikmati susu kambing.
Kegiatan outing class biasanya dilaksanakan pada akhir pekan, yakni Sabtu dan Minggu.
Menurut Unun, pendekatan belajar secara langsung di kandang membuat anak-anak lebih antusias karena dapat melihat, menyentuh, dan memberi makan hewan ternak sendiri.
“Anak-anak bisa melihat langsung ternaknya, memegang, dan memberi makan. Mereka biasanya sangat senang karena mendapatkan pengalaman yang berbeda dari pembelajaran di kelas,” katanya.
Peserta yang mengikuti program ini mayoritas berasal dari kelompok bermain, PAUD, dan TK. Namun sejumlah siswa sekolah dasar, mulai kelas 1 hingga kelas 6, juga kerap mengikuti kegiatan tersebut. Selama ini peserta datang dari berbagai wilayah di Kabupaten Pati, seperti Kecamatan Winong, Pucakwangi, dan Juwana.
Untuk mengikuti outing class, masyarakat dapat melakukan pendaftaran melalui nomor WhatsApp resmi maupun akun media sosial Berkah Ngarit Farm. Selanjutnya, admin akan memberikan informasi terkait jadwal dan teknis pelaksanaan kegiatan.
Saat ini, Berkah Ngarit Farm juga fokus pada usaha peternakan kambing dan domba dengan populasi sekitar 70 hingga 80 ekor. Di antaranya kambing lokal, domba Texel, Merino, Dorper, hingga kambing persilangan Boer yang dikenal memiliki pertumbuhan cepat dan kualitas daging yang baik.
Selain menjadi sarana edukasi, peternakan ini juga melayani penjualan kambing dan domba untuk kebutuhan aqiqah, kurban, maupun berbagai acara lainnya. Harga ternak yang ditawarkan berkisar antara Rp1,5 juta hingga Rp4 juta per ekor, tergantung jenis dan bobot hewan.
“Pembeli tidak hanya berasal dari Pati, tetapi juga dari luar daerah,” ungkapnya.
Di tengah kesibukannya bekerja di kantor, Unun mengaku tetap berupaya mengembangkan usaha peternakan sekaligus program edukasi tersebut.
Tantangan terbesar yang dihadapi adalah membagi waktu antara pekerjaan utama dan aktivitas di kandang.
Meski demikian, ia tetap berkomitmen menjalankan kegiatan outing class karena dinilai memberikan manfaat besar bagi anak-anak.
“Kami berharap anak-anak bisa lebih mengenal dunia peternakan, mencintai hewan dan lingkungan, serta memahami bagaimana proses pemeliharaan ternak sejak usia dini,” pungkasnya.(Ida/rit)





