JATENGPOS. CO. ID, PATI – Siapa sangka, di balik kesibukannya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), Unun Alfiyana, mampu mengembangkan usaha peternakan kambing dan domba. Usaha yang tidak hanya menjadi sumber pendapatan tambahan, tetapi juga sarana wisata edukasi bagi anak-anak.
Itulah Unun Alfiyana, ASN kabupaten Pati. Perempuan asal Desa Tawangrejo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, itu merupakan lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) angkatan 16 yang masuk pada tahun 2008. Saat ini menjabat sebagai Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setda Kabupaten Pat,i sejak September 2025.
Sebelum menduduki jabatan tersebut, Unun telah menempuh berbagai penugasan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati. Kariernya dimulai di BKPP Kabupaten Pati. Kemudian menjadi ajudan bupati. Bertugas di Dinas Kesehatan sebagai Kasubbag Umum dan Kepegawaian. Lalu berlanjut ke Dinas Tenaga Kerja sebagai Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas, Kepala Bagian Umum Setda, hingga akhirnya menjabat Kabag Prokopim.
Di tengah rutinitas sebagai ASN, Unun justru menemukan kesibukan baru yang berawal dari masa pandemi Covid-19. Pada 14 Februari 2021, ia memulai usaha peternakan kambing dan domba dengan populasi awal sekitar delapan hingga sepuluh ekor.
“Saat pandemi kami tidak banyak aktivitas di luar rumah. Awalnya hanya untuk hiburan dan mengisi waktu luang di sekitar rumah. Namun setelah dijalani, ternyata ada peluang usaha yang cukup baik,” ujarnya.
Seiring berjalannya waktu, usaha yang dirintisnya berkembang pesat. Dari hanya dua unit kandang sederhana, kini populasi ternak di Berkah Ngarit Farm mencapai sekitar 80 ekor kambing dan domba.
Menurut Unun, tingginya kebutuhan hewan kurban dan akikah menjadi salah satu faktor yang mendorong perkembangan usahanya.
“Kami melihat kebutuhan kambing dan domba untuk kurban maupun akikah cukup tinggi. Dari situ usaha ini terus berkembang,” katanya.
Pada momen Iduladha tahun ini, Berkah Ngarit Farm berhasil menjual sekitar 50 ekor ternak. Selain melayani pembeli lokal, peternakan tersebut juga menjalin kerja sama dengan peternak di Kediri, Jawa Timur.
Unun menjelaskan, kerja sama tersebut bermula saat dirinya membeli indukan dari peternakan mitra di Kediri. Hingga kini, anak-anak ternak hasil pengembangbiakan sebagian dikirim kembali ke mitra tersebut berdasarkan kesepakatan yang telah terjalin.
Edukasi Wisata
Selain fokus pada pengembangan peternakan, Farida juga mulai merintis program wisata edukasi sejak tahun 2024. Melalui program tersebut, anak-anak usia PAUD, TK, hingga siswa sekolah dasar diajak mengenal dunia peternakan secara langsung.
“Kami ingin berbagi pengetahuan kepada anak-anak tentang hewan ternak. Mereka bisa melihat langsung, memberi makan, mengenal berbagai jenis kambing dan domba, sampai mencoba kegiatan edukatif lainnya,” jelasnya.
Sejak dibuka, program wisata edukasi tersebut telah diikuti ratusan siswa dari berbagai sekolah di Kabupaten Pati dan daerah sekitarnya.
Bagi Unun, mengurus peternakan bukan sekadar mencari keuntungan. Aktivitas di kandang justru menjadi sarana melepas penat setelah seharian bekerja di kantor.
“Kalau seharian di kantor tentu banyak kesibukan dan tekanan pekerjaan. Pulang ke kandang, memberi makan ternak, membersihkan kandang, itu justru membuat pikiran kembali segar,” tuturnya.
Rutinitasnya pun terbilang padat. Pada hari kerja ia menjalankan tugas sebagai ASN sejak pagi hingga sore. Sepulang kantor, waktunya dihabiskan untuk memeriksa kondisi ternak, memberi pakan, dan membersihkan kandang.
Sementara pada akhir pekan, Unun bersama keluarga mengelola lahan hijauan pakan ternak yang mereka tanam sendiri. Cara tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan pakan sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar.
Dengan semangat dan ketekunan, Unun membuktikan bahwa profesi ASN tidak menghalangi seseorang untuk berwirausaha. Berkah Ngarit Farm yang bermula dari hobi saat pandemi kini tumbuh menjadi usaha peternakan yang produktif sekaligus menjadi tempat belajar yang menyenangkan bagi anak-anak.(ida/jan)






