JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Sebuah gudang penyimpanan suku cadang atau spare part sepeda motor di Dukuh Krajan Lor turut Desa Jepang Pakis RT 04 RW 02, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, ludes terbakar, Senin (27/7) pagi sekitar pukul 09.30 WIB. Kebakaran diduga kuat dipicu korsleting saat salah satu karyawan menyalakan mesin penyedot asap atau blower.
Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo, melalui Kapolsek Jati AKP Hadi Noor Cahyo, membenarkan insiden tersebut. Pihaknya memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 1,5 miliar.
‘’Beruntung tidak ada korban dalam kejadian kebakaran ini,’’ tegas Hadi.
Dijelaskan, peristiwa bermula sekitar pukul 08.00 WIB ketika pemilik gudang, Muchamad Nasrun (36), bersama 13 orang karyawannya beraktivitas seperti biasa membungkus (paking) suku cadang kendaraan roda dua.
Petaka terjadi pada pukul 09.30 WIB saat salah satu karyawan, Yulfan, berniat menyalakan sakelar blower di dalam gudang. Saat stop kontak ditekan, mendadak muncul percikan api dari instalasi listrik alat tersebut. Api dengan cepat menyambar bahan-bahan yang mudah terbakar di sekitar lokasi.
‘’Karyawan sempat berupaya memadamkan api dengan alat seadanya. Namun, karena di dalam gudang banyak material yang mudah terbakar, api langsung membesar dan tak terkendali,’’ Hadi.
Melihat kobaran api yang kian mengganas, warga dan karyawan segera menghubungi petugas pemadam kebakaran. Sebanyak empat tim pemadam gabungan dari PT Nojorono, BPBD Kudus, Satpol PP, dan PT Pura dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan api.
‘’Setelah berjuang hampir lebih dari dua jam, amukan si jago merah akhirnya berhasil dipadamkan total pada pukul 11.45 WIB,’’ paparnya.
Akibat kebakaran ini, bangunan gudang berbahan galvalum berukuran 20 x 20 meter persegi hancur total. Sebanyak 10.000 unit komponen sepeda motor berbagai jenis, satu unit mesin kompresor, dan satu unit blower hangus menjadi arang.
Mendapat laporan warga, jajaran Polsek Jati yang dipimpin langsung oleh Kapolsek beserta Kanit Reskrim, Kanit Intel, Kanit Samapta, dan KSPKT segera meluncur ke lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP). Petugas juga telah memeriksa tiga orang saksi karyawan, yakni Yulfan, Nofal (19), dan Elsa (21).
‘’Kami sudah melakukan olah TKP awal, mengamankan area, serta meminta keterangan para saksi di lokasi. Dugaan sementara kebakaran murni disebabkan oleh korsleting listrik pada instalasi mesin blower,’’ pungkas Hadi. (han/rit)





