JATENGPOS.CO.ID, PATI – Suasana khidmat dan penuh nasionalisme menyelimuti kawasan perbukitan Bubaan Hills, Desa Sitiluhur, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Senin (17/8). Sejumlah jurnalis yang tergabung dalam Journalist Adventure bersama petani kopi Gembong menggelar upacara pengibaran bendera Merah Putih di tengah perkebunan kopi untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dengan latar pemandangan hijau Pegunungan Muria dan kawasan perkemahan, para peserta mengikuti seluruh rangkaian upacara dengan penuh semangat. Lagu Indonesia Raya berkumandang di atas bukit, disusul penghormatan kepada Sang Merah Putih.
Upacara di alam terbuka tersebut menjadi cara berbeda dalam memaknai kemerdekaan. Selain menumbuhkan semangat patriotisme, kegiatan itu sekaligus menjadi ajang mempererat kebersamaan antara jurnalis dan petani, mengampanyekan kepedulian terhadap lingkungan, serta mengenalkan potensi wisata dan komoditas kopi lokal Pati.
Bagi petani kopi, peringatan kemerdekaan tahun ini terasa semakin istimewa. Mereka tengah menikmati membaiknya harga kopi robusta yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan.
Salah seorang petani kopi, Cholis, mengatakan harga kopi robusta saat ini berada di kisaran Rp63 ribu hingga Rp65 ribu per kilogram. Kondisi tersebut jauh lebih baik dibandingkan beberapa tahun lalu ketika harga kopi hanya berkisar Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per kilogram.
“Bagi kami petani kopi merdeka karena harga kopi alhamdulillah terus melambung. Sampai hari ini harga terbaru kisaran Rp63.000 hingga Rp65.000 per kilogram,” ujar Cholis usai upacara.
Menurut dia, kenaikan harga mulai terasa sejak 2023 dan terus bertahan hingga sekarang. Bahkan, kopi robusta dari lereng Muria diminati pengepul dari luar daerah, termasuk Temanggung.
Kondisi tersebut menjadi angin segar bagi petani yang selama bertahun-tahun menghadapi rendahnya harga kopi. Namun, Cholis berharap tren positif tersebut dapat diikuti dengan kestabilan harga agar petani memiliki kepastian pendapatan dan semakin bersemangat mengembangkan perkebunan kopi.
“Dengan harga yang bagus, kami tentu lebih semangat merawat dan mengembangkan kopi. Harapannya harga tetap stabil sehingga petani tidak kembali mengalami harga rendah,” katanya.
Sementara itu, Ketua Journalist Adventure Hery Purwaka mengatakan upacara bendera di alam terbuka merupakan agenda rutin komunitas jurnalis di Pati setiap memperingati hari kemerdekaan. Sebelumnya, kegiatan serupa juga pernah digelar di dalam gua yang menjadi salah satu objek wisata lokal.
Tahun ini, Bubaan Hills dipilih untuk mengangkat potensi kopi sekaligus mengampanyekan kepedulian terhadap kelestarian alam.
“Sekalian kami mengampanyekan bahwa kopi dari Pati ini sangat layak untuk dipromosikan ke luar Pati,” kata Hery.
Menurut Hery, sinergi antara jurnalis dan petani diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Pengenalan kopi asli Pati perlu terus dilakukan agar komoditas dari lereng Gunung Muria tersebut semakin dikenal masyarakat luas.
Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI itu pun ditutup dengan makan bersama. Kebersamaan tersebut menjadi simbol bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui kolaborasi, kepedulian terhadap lingkungan, serta upaya mengembangkan potensi ekonomi lokal.
Melalui kegiatan tersebut, jurnalis dan petani berharap kopi Pati semakin dikenal luas dan mampu memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat di lereng Gunung Muria.(Ida/rit)








