Pegang Peran Sentral, UMKM Penopang Perputaran Ekonomi Kudus


JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Pemkab Kudus menilai aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tetap memegang peran sentral, dalam menjaga denyut perputaran ekonomi daerah. Di tengah keterbatasan ruang ekspansi akibat tingginya Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), sektor UMKM dinilai mampu menopang daya beli serta menjaga stabilitas perekonomian masyarakat secara berkelanjutan.

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menyatakan bahwa kondisi perekonomian Kabupaten Kudus secara umum relatif baik dan stabil. Namun, ia menekankan bahwa capaian pertumbuhan ekonomi Kudus tidak dapat disepadankan secara langsung dengan daerah lain. Sebab nilai PDRB Kudus sudah berada di level yang sangat tinggi, yakni menembus kisaran di atas Rp145 juta per kapita.

‘’Kudus ini tidak bisa bergerak terlalu jauh (ekspansi tinggi) karena basis PDRB kita sudah sangat tinggi. Umpamanya ada pertumbuhan satu digit saja, itu sudah masuk katagori luar biasa,’’ ujar Sam’ani saat ditemui di Pendapa Kabupaten Kudus, baru-baru ini.

Baca juga:  Bus Trans Jateng, Cara Ganjar Pangkas Biaya Transportasi Buruh

Melihat struktur perekonomian daerah yang ada, Pemkab Kudus menetapkan target pertumbuhan ekonomi yang realistis, yakni berada di kisaran 2,5 hingga 3 persen. Menurut Sam’ani, jika Kudus dipaksakan mengejar pertumbuhan hingga 5 persen, angka tersebut tergolong amat sangat tinggi bagi daerah ber-PDRB besar.

Oleh sebab itu, Pemkab Kudus memilih tidak hanya bergantung pada performa sektor industri manufaktur atau pengolahan besar yang selama ini menjadi tulang punggung utama perekonomian daerah, tetapi juga secara aktif menggerakkan aktivitas ekonomi kerakyatan melalui sektor UMKM.

‘’Sektor industri pengolahan memang masih menjadi penopang utama. Namun, UMKM menyumbang kontribusi penting lewat transaksi langsung dan perputaran uang di tengah masyarakat. UMKM ini menyumbang pertumbuhan sekitar 30 sampai 40 persen. Meski tergolong kecil secara skala per unit, sumbangsih kumulatifnya sangat nyata,” terangnya.

Lebih lanjut, Sam’ani menjelaskan bahwa dampak aktivitas UMKM melampaui sekadar transaksi perdagangan. Pendapatan yang diraih para pelaku usaha mikro akan kembali berputar untuk memenuhi kebutuhan harian keluarga dan rantai pasok lokal. Roda ekonomi yang berputar ini secara langsung menjaga pendapatan warga serta menekan angka kerawanan sosial.

Baca juga:  Dishub Kudus Pasang Guardrail 400 Meter di Jalur Tengkorak

‘’Intinya, kalau masyarakat memiliki pendapatan yang cukup, hal itu akan berdampak langsung pada terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif,” tambahnya.

Sebagai langkah nyata, Pemkab Kudus terus berupaya memperluas ruang promosi dan pasar bagi produk-produk lokal. Berbagai kegiatan daerah secara rutin melibatkan UMKM untuk mempertemukan langsung produsen lokal dengan pembeli.

‘’Kontribusi UMKM tidak boleh hanya dilihat dari skala usahanya. Aktivitas yang berjalan terus-menerus memberikan multiplier effect bagi ekonomi daerah. Langkah ini menjadi bagian dari strategi kita untuk menjaga pertumbuhan ekonomi tetap positif di tengah basis PDRB Kudus yang sudah tinggi,’’ pungkas Sam’ani. (han/rit)


TERKINI

328 Santri Kudus Unjuk Gigi di FASI XIII

153 Ormas di Kudus Tercatat Masih Aktif

PMD Kudus Bersiap Gulirkan Tahapan Pemilihan BPD

Rekomendasi

...