Sekolah Rakyat Pati Gelar Open House 320 Siswa


JATENGPOS.CO.ID, PATI – Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Pati menggelar kegiatan open house yang diikuti 320 siswa dari jenjang sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA). Kegiatan ini digelar serentak oleh Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia, bertepatan dengan hari ulang tahun Presiden Prabowo Subianto.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengapresiasi program Sekolah Rakyat yang dinilai memberikan kesempatan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Menurutnya, program tersebut menjadi salah satu upaya penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

Chandra menyampaikan, keberadaan Sekolah Rakyat sangat dibutuhkan masyarakat Kabupaten Pati. Terlebih, sekolah tersebut didukung fasilitas yang lengkap serta tenaga pendidik yang dinilai berkualitas.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas kesempatan yang diberikan kepada Kabupaten Pati untuk menyelenggarakan program Sekolah Rakyat.

“Dengan kesempatan pendidikan ini, kami sangat terbantu, terutama untuk masyarakat Kabupaten Pati yang kurang mampu. Saya melihat fasilitasnya sangat lengkap dan luar biasa, gurunya juga hebat-hebat. Saya kira Sekolah Rakyat ini akan melahirkan generasi-generasi emas Kabupaten Pati,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati, lanjut Chandra, berkomitmen mendukung keberlanjutan program tersebut. Salah satunya dengan melibatkan Dinas Sosial dalam proses penjaringan calon siswa untuk tahun-tahun berikutnya.

Proses seleksi akan dilakukan melalui penyaringan dan pendampingan bersama para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). Langkah ini bertujuan memastikan calon siswa yang diterima benar-benar berasal dari keluarga kurang mampu dan memenuhi kriteria program.

Baca juga:  Tekan Kebocoran, Pemkab Kudus Terapkan e-Ticket Pariwisata

Dengan demikian, anak-anak dari keluarga kurang mampu diharapkan memperoleh kesempatan belajar yang setara dengan anak-anak lainnya.

Selain mendukung proses rekrutmen, Pemkab Pati juga akan melakukan pendampingan secara berkala untuk menjaga semangat belajar siswa. Chandra menilai, perkembangan kemandirian anak-anak selama mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat menunjukkan hasil yang positif.

Hal tersebut terlihat dari perubahan kebiasaan siswa, mulai dari bangun tidur pada pagi hari, menjaga kebersihan diri, hingga menjalani aktivitas sehari-hari secara lebih mandiri. Orang tua siswa yang hadir dalam kegiatan open house juga dapat melihat secara langsung perkembangan anak-anak mereka.

Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Pati, Wulan Fitriani, mengatakan kegiatan open house tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan serentak Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia.

Menurutnya, persiapan kegiatan dilakukan dalam waktu relatif singkat, yakni sekitar tiga hari. Pihak sekolah mulai mempersiapkan siswa setelah memperoleh kepastian jadwal, dilanjutkan dengan latihan, geladi kotor, hingga geladi bersih sebelum pelaksanaan acara.

Saat ini, Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Pati menampung sebanyak 320 siswa dari jenjang SD hingga SMA.

Wulan mengungkapkan, program Sekolah Rakyat memiliki peran penting dalam membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Meski demikian, proses pendampingan siswa pada tahap awal bukanlah hal yang mudah.

Baca juga:  Demo Tolak Larangan Sound Horeg Ricuh, Camat Tayu Cabut Aturan

Sebagian siswa, kata dia, pada awalnya belum sepenuhnya memahami sistem pendidikan dan kehidupan berasrama yang harus mereka jalani. Namun, melalui pendampingan secara bertahap, para siswa mulai menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.

“Anak-anak yang dititipkan kepada kami pada awalnya tidak semuanya memahami Sekolah Rakyat itu seperti apa. Namun, alhamdulillah, dengan pendampingan secara perlahan, ada perkembangan yang luar biasa. Mereka mulai memahami bagaimana menjadi siswa yang baik dan mengatur dirinya sendiri,” jelasnya.

Perubahan tersebut terlihat dari kemampuan siswa dalam mengikuti rutinitas harian, menjaga kebersihan diri, menjalankan kewajiban beribadah sesuai keyakinan, serta memahami tanggung jawab sebagai pelajar.

Selain aspek akademik dan kedisiplinan, siswa juga dibiasakan membangun hubungan sosial yang baik dalam kehidupan berasrama. Mereka didorong untuk saling menghargai, berempati, membantu teman, serta memahami tanggung jawab masing-masing.

Wulan berharap, melalui program Sekolah Rakyat, para siswa dapat tumbuh menjadi generasi yang mandiri, berkarakter, dan memiliki kesempatan lebih baik untuk meraih masa depan.

Ia menilai, dukungan pemerintah dan orang tua sangat penting agar proses pendidikan serta pembentukan karakter siswa dapat berjalan optimal. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, Sekolah Rakyat diharapkan mampu menjadi jembatan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik melalui pendidikan.(Ida/rit)


TERKINI

Puskesmas Baru Diusulkan Demi Tingkatkan Lankes

Rekomendasi

...