Ukir Prestasi Internasional dan Lulus IPK 3,95, Khilda Evita Buktikan Keterbatasan Bukan Penghalang


JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Tekad kuat dan kegigihan membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk mengukir prestasi setinggi-tingginya. Hal itulah diungkap Khilda Evita Aisya, mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muria Kudus (UMK).

Gadis asal Desa Undaan Kidul, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus ini, berhasil menyabet predikat sebagai Wisudawati Terbaik Tingkat Program Studi dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) nyaris sempurna, yakni 3,95.

Di balik capaian akademisnya yang gemilang, Khilda tumbuh dari keluarga yang sederhana. Ayahnya merupakan seorang guru honorer, sementara sang ibu berjualan gorengan dan menjaga area parkir di sekitar lingkungan Yayasan NU Nahdlatul Muslimin (Nahmus) Undaan.

Sebelum berangkat ke kampus, rutinitas harian Khilda dimulai sejak pagi puji. Ia terbiasa membantu ibunya menyiapkan lapak jualan hingga mengatur kendaraan yang parkir. Tak berhenti di situ, sepulang kuliah ia meluangkan waktu memberikan les privat demi menambah uang saku, serta mengabdi mengajar di pondok pesantren setempat pada malam harinya.

Baca juga:  Demam Piala Dunia 2026, Halaman Pendapa Kudus Disulap jadi Lapangan Mini Soccer

‘’Awalnya saya tidak pernah berekspektasi menjadi mahasiswa terbaik. Motivasi awal hanya ingin memanfaatkan kesempatan belajar di jenjang perguruan tinggi dan menggali potensi diri sebanyak-banyaknya,’’ ujar Khilda saat ditemui usai prosesi wisuda.

Perjalanan prestasinya di kancah internasional bermula pada semester tiga. Kala itu, ia diajak oleh dosennya, Bu Rihma, untuk masuk ke dalam tim inovasi fakultas. Debut perdananya langsung membuahkan hasil manis setelah meraih Gold Medal pada ajang International Inventors Day (INOPA) 2023 di Denpasar, Bali, bersaing dengan peserta dari berbagai negara.

Sejak saat itu, deretan penghargaan tingkat nasional hingga internasional rutin disabetnya. Mulai dari kejuaraan inovasi mahasiswa di Surabaya (meraih Gold Medal, Best Presentation, dan Special Award), kompetisi inovasi di Jakarta, hingga Global Insight Essay Competition kerja sama UMK dengan Universitas Teknologi Malaysia (UTM).

Tidak hanya berprestasi di panggung lomba, Khilda juga aktif dalam kegiatan pengabdian masyarakat luar negeri. Ia menjadi salah satu dari delapan mahasiswa UMK yang lolos seleksi program KKN Internasional di Malaysia selama 28 hari. Di sana, ia mengajar anak-anak dari keluarga pekerja imigran Indonesia yang belajar di Sanggar Bimbingan bawah naungan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL).

Baca juga:  Pemkab Pati Masih Temukan Tempat Hiburan Malam Langgar PPKM

Guna meringankan beban orang tua, Khilda juga berjuang meraih beasiswa. Pada tahun 2022, ia berhasil lolos seleksi Beasiswa Tahfizh UMK yang saat itu hanya menyediakan kuota dua mahasiswa untuk tingkat universitas. Berkat beasiswa tersebut, ia mendapatkan pembebasan Biaya Kuliah/UKT secara penuh selama delapan semester.

‘’Alhamdulillah, semua biaya kuliah gratis berkat beasiswa Tahfizh. Saya sangat berterima kasih kepada UMK atas kesempatan dan fasilitas yang diberikan,’’ ungkap alumnus MA Nahdlatul Muslimin tersebut.

Kini, buah manis dari perjuangannya berlanjut ke dunia kerja. Berkat rekam jejak akademis dan rentetan prestasi internasional yang dikantonginya, Khilda telah dipercaya dan diterima mengajar sebagai guru Bahasa Inggris di MTs Nahdlatul Muslimin Undaan.

‘’Alhamdulillah, sekarang sudah mantap dan mengabdi mengajar di MTs Nahmus,’’ pungkasnya tersenyum. (han/rit)



TERKINI

Rekomendasi

...