PDI Perjuangan Terbangkan 73 Ribu Balon Berhadiah Serentak di Jateng

SAMPEL: Contoh balon yang akan dilepas DPD PDI Perjuangan serentak di seluruh kantor DPC di Jateng. DOK PDIP JATENG/JATENGPOS

JATENGPOS.CO.ID. SEMARANG- DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah merancang sebuah peringatan HUT ke-76 Kemerdekaan RI dengan cara unik. DPD dan seluruh DPC PDIP se-Jateng akan serentak melepas balon udara yang diberi banner hadiah. Masing-masing daerah melepas 27 ikat balon, setiap ikat berisi 76 balon.

“Serentak, satu jam setelah detik-detik proklamasi pada 17 Agustus nanti, DPD PDI Perjuangan Jateng dan 35 DPC PDI Perjuangan seluruh Jateng akan melepas balon udara ke angkasa. Ini ekspresi kegembiraan bersama,” ujar Ketua DPD PDIP Jateng, Bambang Wuryanto saat dihubungi wartawan detikcom, Kamis (12/8).

Dasar pemikiran menggagas acara tersebut, kata Bambang, karena di masa pandemi dilarang ada kegiatan lomba-lomba menyambut HUT kemerdekaan RI. Karena itulah PDIP mengambil spirit dari lomba-lomba kampung tersebut yaitu kebersamaan, kegembiraan, dan hadiah, lalu disimbolkan dengan menerbangkan balon sebagai penanda ulang tahun.

Di setiap titik penerbangan di DPD dan DPC, akan dilepas 27 ikat balon, setiap ikat terdiri dari 76 balon. Setiap ikat yang diterbangkan akan diberi banner ‘PDI Perjuangan’ dan ditulisi jenis hadiahnya. Siapapun yang nanti mendapat banner tersebut, dia berhak mendapatkan hadiah dan silakan mengambil di kantor DPC PDIP yang menerbangkan.

“Kegembiraan, kebersamaan dan keserentakan inilah yang akan kami ambil. Di manapun banner berhadiah itu nanti jatuhnya, silakan yang dapat untuk mengambil hadiahnya di kantor DPD atau DPC yang tertera. Sekalian untuk semakin meneguhkan semangat kami bahwa kantor partai adalah rumah rakyat,” ujar pria yang akrab disapa Bambang Pacul tersebut.

Hadiahnya, kata Bambang, ada sapi, perkakas hingga uang. Sedangkan hadiah utama untuk masing-masing daerah masih dirahasiakan.

“Hadiah utama untuk masing-masing cabang, sangat menggiurkan, nanti kalau sudah dekat kami beri tahukan,” ujar Bambang.

Diakui oleh Bambang, rencana kegiatan itu sudah berkali-kali dirapatkan termasuk persiapan teknisnya. Dipertimbangkan juga soal potensi gangguan penerbangan. Bambang lalu menyebut kegiatan menerbangkan balon diatur dalam Permenhub No 40 Tahun 2018 tentang Penggunaan Balon Udara Pada Kegiatan Budaya.

Namun kemudian diputuskan tetap diadakan karena dipastikan tidak akan mengganggu penerbangan.

“Yang diatur dalam Permenhub itu adalah balon-balon besar ukuran diameter 4 meter ke atas, karena memang bisa mengganggu pandangan di jalur penerbangan. Kalau balon-balon kecil seperti yang kami rencanakan itu tidak akan mengganggu. Selain akan terbang rendah, balon-balon seperti itu kena angin sedikit saja minggir sendiri kok,” ujarnya.

Di beberapa daerah yang memang melarang penerbangan balon, kata akan dilakukan pelepasan balon di luar daerah tersebut namun hadiahnya tetap diambil di kantor DPC yang melepas balon udara. Sedangkan daerah-daerah yang mempunyai bandara, diperintahkan melepas balon-balon itu lebih dari 5 kilometer dari bandara. (dtc/muz)