Pedagang Hewan Kurban Harus Lampirkan SKKH

Pedagang Hewan Kurban Harus Lampirkan SKKH

PRIME TOPIC: Wakil Ketua DPRD Jateng Quatly A. Alkatiri (Kedua dari kanan) menjadi pembicara dalam dialog Prime Topic MNC Trijaya FM bertajauk "Jiwa Berkurban di Tengah Pandemi" di Best Western Premiere Hotel, Sukoharjo (18/6).

JATENGPOS.CO.ID,  SUKOHARJO – Pemantauan kesehatan hewan kurban (sapi, kerbau, kambing, domba) tetap harus terjaga selama masa pandemi COVID-19. Itu penting dilakukan guna menangkal penyebaran COVID-19.

Wakil Ketua DPRD Jateng Quatly A. Alkatiri mengatakan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Jateng bersama kabupaten/kota harus lebih memperketat pemantauan pedagang maupun hewan ternak terutama dari luar daerah.

“Pemantauan perlu dilakukan supaya kesehatan hewan kurban tetap terjaga. Mengingat saat ini masih dalam pandemi COVID,” kata Quatly dalam dialog Prime Topic MNC Trijaya FM bertajauk “Jiwa Berkurban di Tengah Pandemi” di Best Western Premiere Hotel, Sukoharjo (18/6).

“Sehingga harus ada penegasan setiap penjual hewan kurban harus menyertakan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) yang dikeluarkan instansi terkait,” katanya.

Terkait masalah jiwa berkurban, kata dia, Idul Adha kali ini bisa menjadi peneguh mengenai arti berkurban itu sendiri. Membantu sesama terutama bagi yang terdampak COVID-19 sangatlah begitu berarti.

“Berkurban itu sesuai tuntutan syariat ada nilai hubungan antara manusia dengan Tuhan dan manusia dengan manusia,” kata Quatly.

“Meski hanya beberapa potong daging yang diberikan, akan memiliki nilai berarti. Demikian juga bagi yang menerima akan menjadikan kebahagiaan tersendiri,” ujarnya.

Sementara, Kepala Disnakkeswan Jateng Lalu Muhammad Syafriadi mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sosialisasi penggunaan SKKH.

Bahkan beberapa pekan sebelum Idul Adha, bersama tim dokter hewan akan rutin turun mendatangi selter-selter atau penjual hewan guna memeriksa kesehatan hewan kurban.

“Stok hewan kurban di Jateng sudah lebih dari cukup. Sehingga tidak perlu mendatangkan dari daerah lain,” kata Lalu.

Dia mengatakan bahwa Provinsi Jateng berperan dalam mendukung kebutuhan nasional akan hewan kurban terutama di wilayah Jabodetabek.

Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Dr Syamsul Hidayat MAg mengatakan,  masalah kesehatan hewan merupakan syarat yang mutlak. “Saya minta kesehatan penjual pun perlu dicek dan protokol kesehatan tetap harus dijalankan,” katanya.(adv/udi)