Beranda Jateng Kedu Peduli Covid 19, Pengusaha Sound System Sosialisasikan New Normal dan Semprot Desinfektan

Peduli Covid 19, Pengusaha Sound System Sosialisasikan New Normal dan Semprot Desinfektan

9
Iring-iringan mobil GNP saat melakukan sosialisasi new normal Covid 19 dan melakukan penyemprotan desinfektan.

JATENGPOS.CO.ID, MAGELANG – Jasa sound system menjadi salah satu kelompok usaha masyarakat yang terdampak oleh pandemi Covid 19. Untuk segera mengatasi kondisi agar segera normal, Paguyuban sound Grabag Ngablak Pakis (GNP) melakukan gerakan empati penyemprotan disinfektan, dan sosialisasi covid-19.

Gerakan tersebut dilepas Camat Grabag, Sri Utari, dan Kaplosek Grabag AKP Joko Hero Agustiono.

Ketua Paguyuban GNP, Ngadiyono, menjelaskan gerakan empati baksos GNP berupa penyemprotan sekaligus sosialisasi agar masyarakat selalu mematuhi protokol kesehatan.

“Kami berharap new normal ini akan segera menjadi benar benar normal, sehingga acara hajatan masyarakat, seperti resepsi, khitanan,  pengajian atau entertainment segera bisa diselenggarakan,” ungkap Ngadiyono.

Menurutnya, penyedia jasa sound system terutama anggota paguyuban sound GNP berharap segera bisa bekerja kembali, atau menjadi laku. Karena sudah enam bulan jasa sound system tidak ada pekerjaan atau sepi job.

Sementara itu pada sambutan saat pelepasan acara penyemprotan, Camat Grabag Sri Utari mengatakan pemerintah kecamatan sangat bangga dan menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada paguyuban sound GNP karena mempunyai ide melakukan kegiatan sosial, yaitu pemyemprotan disinfektan.

 

Selain itu, dalam sambutannya disampaikan bahwa pemilik sound harus kuat dan tetap bersyukur.

 

“Kita semua sangat prihatin. Namun, apakah  hidup ini harus berhenti? Tentu tidak. Hidup ini harus berjalan dan pasti akan ada solusi. Kami juga tau kalau pemilik sound ada yang berdagang, berjualan, atau membuat makanan, karena memang sudah enam bulan tidak ada tanggapan (acara),” terang Utari.

 

Kegiatan ini melewati rute Grabag, melewati Pasar Sanggrahan ke arah Pakis, kemudian menuju Ngablak.

 

Dalam sosialisasinya melalui pengeras suara, anggota GNP, Mastri mengajak masyarakat yang akan menggelar tasyakuran jangan takut atau justru membatalkan acaranya, tetapi, laksanakanlah dengan tetap mematuhi aturan seperti perizinan dan mematuhi protokol kesehatan.

 

Hal ini sering terjadi saat peralatan sound sudah dipesan namun pada hari H, tuan rumah merasa takut atau karenatidaktahuan cara mengurus izin, sehingga memilih membatalkan acara. (rit)