25 C
Semarang
Selasa, 3 Februari 2026

Masih Potensi Hujan, Sekda: Jika Darurat Hubungi Kanal Pengaduan

JATENGPOS. CO. ID, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat, setidaknya terjadi 45 kejadian bencana pada 1-25 Januari 2026. Oleh karennaya, masyarakat diimbau tetap waspada mengingat potensi hujan masih terjadi hingga 9 Februari 2026 mendatang.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, jenis bencana tersebut meliputi banjir, tanah longsor, kebakaran, hingga cuaca ekstrem. Kejadian tersebut tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Jateng.

Bencana tersebut berdampak pada 7 orang meninggal dunia, 5 orang luka-luka, 9.729 orang mengungsi, dan 308.108 orang terdampak. Selain itu juga berdampak pada kerusakan rumah tinggal, fasilitas umum, hingga lahan pertanian dan lahan perikanan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno mengatakan, pemprov Jateng telah melakukan berbagai upaya untuk menangani bencana tersebut. Langkah cepat yang diambil mulai dari mengupayakan rekayasa cuaca hingga memastikan distribusi logistik kepada warga yang terdampak.

“Kami memastikan semua warga terdampak mendapatkan bantuan, dan tim di lapangan bisa bekerja tanpa kendala teknis,” tandas Sumarno, usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Jateng di Gedung Berlian, Kota Semarang Senin, 2 Februari 2026.

Baca juga:  Hibur Puluhan Anak Pengungsi

Selain itu, pemprov juga melakukan pemulihan akses jalur-jalur logistik yang terdampak. Keberhasilan pemulihan akses sangat krusial, agar bantuan pangan dan medis bisa mencapai titik pengungsian.

Pemprov Jateng juga melakukan optimalisasi pompa untuk mempercepat penanganan banjir di sejumlah wilayah.

Di lokasi pengungsian, Pemprov Jateng juga menyediakan layanan pemulihan trauma (trauma healing) dan psikososial kepada para korban bencana. Seperti yang terlihat di Posko Pengungsian Kantor Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jumat, 30 Januari 2026. Anak-anak dan ibu-ibu yang mengungsi akibat bencana banjir secara rutin mendapatkan layanan psikososial dan trauma healing dari petugas.

Meski fokus saat ini adalah penyelamatan dan bantuan darurat, Sumarno menyatakan, bahwa rencana rehabilitasi sudah disiapkan, sambil menunggu cuaca benar-benar stabil.

“Setelah situasi kedaruratan ini teratasi dan genangan benar-benar hilang, kami akan segera masuk ke tahap penanganan pascabencana untuk perbaikan infrastruktur yang rusak,” tambahnya.

Pun demikian, Sumarno mengimbau kepada masyarakat untuk tetap siaga dan aktif melaporkan kondisi darurat. Yakni melalui kanal pengaduan cepat agar tim reaksi cepat dapat segera meluncur ke lokasi.

Baca juga:  Kota Batik Menuju Smart City

Beberapa kanal yang dapat dikontak adalah 112, WhatsApp Pusdalops 08813809409, dan Dinas Sosial Jateng (024) 8454962.

Sementara itu, berdasarkan perkiraaan Badan Meteorologi, Klimatologi, Dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani – Semarang, pada 02 Februari 2026 Pkl. 14.15 WIB, potensi hujan sedang hingga lebat masih disertai petir/kilat dan angin kencang berpotensi di sejumlah daerah di Jawa Tengah hingga 9 Februari 2026.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang, Rany Puspita mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Namun tetap tenang akan potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan longsor, dengan menjauhi bantaran sungai serta menghindari aktivitas di lereng rawan longsor.

Selain itu, masyarakat diharapkan untuk tidak beraktivitas di luar ruangan saat terjadi hujan disertai kilat/petir dan angin kencang. Juga menghindari tempat-tempat terbuka, pohon besar,
baliho, atau tiang listrik yang berpotensi roboh.

“Pemerintah Daerah dan pihak terkait agar melakukan upaya mitigasi/pengurangan risiko bencana, termasuk menyebarluaskan informasi peringatan dini kepada masyarakat,” katanya. (*)


TERKINI

Pemprov Jateng Bakal Miliki Rumah Inovasi

BPH Migas Dorong Roadmap FSRU

XLSMART Luncurkan XL Ultra 5G+

Rekomendasi

...