Pembelajaran Berdiferensiasi Pada Materi Bangun Ruang Sisi Lengkung

Pandemi Covid 19 telah meluluhlantakan semua aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan dan Kurikulum merdeka menjadi kebijakan menteri pendidikan kebudayaan riset dan teknologi  menjadi salah satu pilihan kurikulum yang digunakan untuk memulihkan pembelajaran yang menurun sebagai akibat dampak pandemi Covid 19.

Pembelajaran berdiferensiasi merupakan metode yang sesuai dengan kurikulum merdeka karena kurikulum ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar sesuai dengan minat dan bakatnya masing-masing sebagaimana apa yang ingin dicapai dalam pembelajaran ini.Pembelajaran berdiferensiasi merupakan pembelajaran yang memberi keleluasaan pada siswa untuk meningkatkan potensi dirinya sesuai dengan dengan kesiapan belajar, minat dan profil siswa tersebut.Pembelajaran berdiferensiasi tidak hanya berfokus pada produk pembelajaran tapi juga focus pada proses dan konten/materi.Untuk dapat menerapkan pembelajaran berdiferensiasi dikelas, hal yang harus dilakukan oleh guru yaitu melakukan pemetaan kebutuhan belajar berdasarkan aspek yaitu kesiapan belajar, minat belajar dan profil belajar siswa.Pemilihan pembelajaran berdiferensiasi merupakan pilihan yang tepat untuk m,emberikan pembelajaran pada siswa dengan latar belakang dan kebutuhan belajar siswa yang beda-beda pada setiap siswa, walaupun berada dalam satu kelas yang sama dan  umur yang hampir sama tapi memiliki kemampuan yang berbeda-beda.Untuk memetatakan kebutuhan belajar siswa bisa dilakukan oleh guru melalui wawancara, observasi atau survey menggunakan angket dll.

Penulis mencoba mengangkat tema pembelajaran berdiferensisasi pada pelajaran matematika materi Bangun Ruang Sisi Lengkung.Pada Artikel ini menitikberatkan pembelajaran diferensisasi pada penentuan tujuan pembejaran (konten) dan proses.Langkah awal guru terlebih dahulu memetakan siswa melalui asesmen diagnostiq, dengan tes tertulis berisi untuk mengetahui kemampuan prasarat siswa terkait materi bangun ruang sisi lengkung yaitu tentang bangun datar .Dari hasil tes yang dilakukan siswa dipetakan menjadi tiga kelompok yaitu :1) Kelompok 1 (satu) : Siswa yang sudah mampu memahami tentang rumus bangun datar serta dapat mengaplikasikannya masalah kontekstual dalam kehidupan sehari-hari,2) Kelompuk 2 (dua) : Siswa yang telah memahami konsep rumus bangun bangun datar namun belum bisa mengaplikasikannya dalam menyelesaikan masalah kontekstual dalam kehidupan sehari-hari,3) Kelompok 3 ( Tiga) :  Siswa belum memahami konsep menurunkan rumus bangun datar.

Dari hasil pemetaan tersebut kita dapat membuat dan menentukan tujuan pembelajaran pada materi bangun ruang sisi lengkung dalam kelompok –kelompok yang sudah terbentuk ,adapun tujuan-tujuannya sebagai berikut : 1) Siswa kelompok 1 (satu) tujuan pembelajarannya adalah siswa memahami konsep menurunkan rumus volume bangun ruang sisi lengkung serta dapat menyelesaikan masalah kontekstual dalam kehidupan sehari-hari, 2) Siswa kelompok 2 (dua)  yaitu mempunyai tujuan pembelajarannya siswa dapat memahami konsep menurunkan rumus volume bangun ruang sisi lengkung, 3). Siswa kelompok 3 (tiga) tujuan pembelajarannya adalah siswa yang dapat memahami konsep tentang bangun ruang sisi lengkung.

Berdasarkan tujuan pembelajaran yang sudah dibuat proses kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan untuk masing-masing tipe kelompok sebagai berikut.1). Proses kegiatan kelompok 1(satu) : Siswa diminta mengerjakan soal-soal tantangan yang mengaplikasikan konsep menurunkan rumus volume bangun ruang sisi lengkung dan menyelesaikan dalam kehidupan sehari-hari, 2).Kelompok 2 (dua) : Siswa menggunakan bantuan benda-benda atau bentuk yang kongret seperti media pembelajaran terkait dengan bangun ruang sisi lengkung.Jika mengalami kesulitan,siswa diminta menerapkan strategi untuk saling share dan berbagi bersama teman sebelum bertanya kepada guru. Guru akan lebih aktif di WAG (WhatsAppGrup.3) Kelompok 3 (tiga) : siswa akan mendapatkan pembelajaran eksplisit tentang konsep menurunkan rumus volume bangun ruang sis lengkung.Guru akan mengundang siswa belajar melalui Zoom metting atau Google Meet bersama guru sebelum materi.

Sebagai proses akhir siswa diminta mengisi kuisioner melalui yang dikirimkan melalui link google form untuk mengaitkan gaya belajar mereka. Dari hasil pengisian kuisioner guru dapat mengidentifikasi gaya belajar siswa dan menyesuaikanya dengan kegiatan belajar yang akan dilakukan pada pembelajaran ddiferensiasi berikutnya.

Ridha Utami, S.Pd

Guru SMP N 2 Ulujami, Kec.Ulujami, Kab. Pemalang