Pembelajaran Kooperatif Time Token Tingkatkan Hasil Belajar PPKn

Wiwit Ardiyanto,S.Pd.SD.

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) menjadi salah satu muatan pelajaran pokok dalam pendidikan jenjang Sekolah Dasar. Pelajaran ini mempunyai tujuan dan ruang lingkup membentuk siswa yang cerdas dan berkarakter.

Selama ini metode pembelajaran yang diterapkan dalam pembelajaran PPKn masih didominasi oleh metode ceramah karena dianggap paling sederhana dan mudah dalam menyampaikan informasi. Namun jika diterapkan pada anak seusia Sekolah Dasar, sering kali membuat bosan siswa.

Hal yang dapat dilakukan oleh guru adalah dengan memanfaatkan media pembelajaran. Selain sebagai transformasi belajar secara konvensional atau tatap muka (ceramah) di dalam kelas, media pembelajaran dibutuhkan sebagai sarana pendukung proses belajar.

Media pembelajaran memiliki fungsi yang penting dalam keberhasilan pembelajaran di sekolah. Menurut Moh. Uzer Usman (2013) dijelaskan bahwa media pembelajaran memiliki beberapa manfaat, yaitu meletakkan dasar-dasar yang kongret untuk berfikir, memperbesar perhatian, membuat pelajaran lebih menetap atau tidak mudah dilupakan, memberi pengalaman nyata yang dapat menumbuhkan kegiatan berusaha sendiri di kalangan para siswa, menumbuhkan pemikiran yang teratur dan kontinu.

Guru sangat berpengaruh dalam kegiatan pembelajaran di kelas dan kegiatan siswa secara individu. Oleh karena itu, metode-metode modern perlu digunakan. Tidak hanya menekankan pada ranah kognitif saja, tetapi juga ranah afektif dan psikomotor.

Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka sebagai guru kelas III di SD Negeri 01 Petanjungan Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang, penulis menggunakan Pembelajaran Kooperatif Time Token.

Menurut Rusman (2011:225) Model Time Token adalah ada hubungan kuat antara yang siswa lakukan di kelas atau lebih tepatnya mengeluarkan pendapat dengan yang siswa pelajari. Berinteraksi dalam kelas memberikan pengaruh besar pada perkembangan siswa pada sisi sosial, kognitif, dan akademisnya. Kontruksi dan pemerolehan pengetahuan, perkembangan bahasa dan kognisi, dan perkembangan keterampilan sosial merupakan fungsi dareri situasi dimana siswa berinteraksi.

Model Time Token digunakanuntuk mengatasi hambatan pemerataan kesempatan yang sering mewarnai kerja kelompok dan melatih serta mengembangkan keterampilan sosial agar siswa tidak mendominasi pembicaraan atau diam sekali. Langkah-langkah pembelajaran kooperatif dengan time token adalah sebagai berikut  Guru membagikan kartu untuk seluruh siswa dengan jumlah yang sama. Kemudian siswa menyerahkan kartu terlebih dahulu pada guru. Setiap tampil berbicara satu kartu. Bagi siswa yang sudah habis kartunya tidak diperkenankan untuk berbicara lagi sehingga diharapkan seluruh siswa akan mempunyai keterlibatan atau partisipasi yang berimbang yang berakibat pemahaman yang lebih baik.

Pembelajaraan Kooperatif dengan Teknik Time Token dapat membantu siswa belajar di setiap mata pelajaran. Siswa bekerja dalam kelompok kecil, saling membantu belajar satu sama dengan beranggotakan 2-6 siswa dengan memberikan kupon berbicara sesuai dengan materi yang dibahas. Kemudian guru menunjuk salah satu kelompok secara acak untuk menjawab pertanyaan di depan kelas dengan menggunakan kupon tersebut.

Pembelajaraan Kooperatif dengan Teknik Time Token dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam berkomunikasi, siswa dapat mengungkapkan pendapatnya, dan menumbuhkan kebiasaan pada siswa untuk saling mendengarkan, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

Wiwit Ardiyanto,S.Pd.SD.

Guru SDN 01 Petanjungan, Kec. Petarukan, Kab. Pemalang