Pemberian Reward Pin Sebagai Tingkatkan Pembiasaan Literasi Siswa

Literasi tidak terpisahkan dari dunia pendidikan. Literasi menjadi sarana peserta didik dalam mengenal, memahami, dan menerapkan ilmu yang didapatkannya di bangku sekolah. Literasi juga terkait dengan kehidupan peserta didik, baik di rumah maupun di lingkungan sekitarnya untuk menumbuhkan budi pekerti mulia.

Saat ini kegiatan di sekolah ditengarai belum optimal mengembangkan kemampuan literasi warga sekolah khususnya guru dan siswa. Hal ini disebabkan antara lain oleh minimnya pemahaman warga sekolah terhadap pentingnya kemampuan literasi dalam kehidupan mereka serta minimnya penggunaan buku-buku di sekolah selain buku teks pelajaran. Kegiatan membaca di sekolah masih terbatas pada pembacaan buku teks pelajaran dan belum melibatkan jenis bacaan lain.

Literisi menurut Abidin, dkk (2017: 3) diartikan sebagai konsep yang akan berkembang dan terus berpengaruh pada penggunaan berbagai media digital dalam proses pembelajaran di kelas, sekolah, dan lingkungan masyarakat. Sedangkan, menurut Indarto (2017: 12) literasi adalah kegiatan memahami dan mengakses melalui berbagai aktivitas yang dilakukan seperti membaca, menulis, dan melakukan kegiatan praktik yang disesuaikan dengan pengetahuan dan hubungan sosial. Literasi meliputi pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan peserta didik untuk mengakses, memahami, menganalisis dan mengevaluasi informasi, membuat makna, mengekspresikan pikiran dan emosi, memunculkan ide dan pendapat, menjalin hubungan dengan orang lain dan berinteraksi dalam kegiatan di sekolah dan kegiatan di luar sekolah. Pendapat lain juga diutarakan oleh Faizah, dkk (2016: 2) terkait pengertian literasi dalam konteks konteks gerakan literasi sekolah, yaitu kemampuan dalam mengakses, menggunakan, dan memahami sesuatu secara cerdas melalui berbagai aktivitas yang ,meliputi kegiatan melihat, menyimak, membaca, menulis, dan berbicara.

Penghargaan atau Reward merupakan salah satu mendidik anak dalam sebuah pendidikan sehingga membuat anak merasa senang karena pekerjaan atau perbuatan yang dilakukan agar anak dapat mempertahankan perbuatan baik tersebut. Pemberian penghargaan tidak bersifat upah, melainkan sebuah penghagaan yang diberikan kepada anak selesai melakukan pekerjaan sesuai yang diperintahkan (M. Ngalim Purwanto, 1995 : 182). Reward merupakan perilaku seorang yang akan membuat perilaku tersebut terulang dan juga bisa berkembang. Reward juga bisa kerjakan seseorang baik secara verbal maupun non verbal (Mulyasa 2011 : 77). Dengan adanya penghargaan atau reward akan menimbulkan rasa bahagia dan menimbulkan perasaan secara sosial (Thoifuri 2008 : 53). Pin merupakan sebuah benda yang digunakan sebagai aksesoris atau pelengkap yang bisa dipasang bahan yang terbuat dari kain misalnya pakaian.

Berdasarkan hasil analisis PTS diperoleh hasil adanya peningkatan pembiasaan berliterasi di lingkungan sekolah. Dari hasil observasi pada siklus pertama dan siklus kedua dapat dilihat ada peningkatan dengan pemberian reward Pin Literasi dalam pembiasaan siswa berliterasi dengan rincian pada siklus 1 siswa laki-laki memperoleh Pin Literasi sebanyak 33 siswa atau 42% meningkat pada siklus 2 menjadi sebanyak 68 siswa atau 85% terjadi peningkatan 43%, siswa perempuan memperoleh Pin Literasi sebanyak 31 siswa 52% pada siklus1 sedangkan pada siklus 2 meningkat menjadi sebanyak 45 siswa atau 75% terjadi peningkatan 23%. Persentase keseluruhan adalah 80% siswa telah memperoleh Pin Literas.  Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa pemberrian Reward Pin Literasi sangat efektif dalam menerapkan pembiasaan berliterasi di SDN 1 Wonorejo Kecamatan Jepara Kabuapaten Jepara 2022.

Oleh

Chotimah Triwarjani, S.Pd.SD

Kepala SD Negeri 1 Wonorejo Kecamatan Jepara Kabupaten Jepara