Beranda Jateng Pembukaan Rumah Karaoke Bertahap

Pembukaan Rumah Karaoke Bertahap

Dinas Pariwisata Hanya Sebagai Fasilitator

20
Miskomunikasi : Ketua Paguyuban Rumah Karaoke Sarirejo Suminten bersama salah seorang pengelola Lukas saat klarifikasi ke Dinas Pariwisata. ( foto : dekan bawono/ jateng pos).

JATENGPOS.CO.ID,  SALATIGA – Kepala Dinas Pariwisata Kota Salatiga Valentino T Haribowo mengatakan, bahwa pihaknya hanya sebagai fasilitator, yaitu memfasilitasi apa-apa yang menjadi kebutuhan masyarkat dalam hal ini para pengelola tempat hiburan.

“ Apa-apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, masyarkat butuh apa silahkan rencanakan sendiri, musyawarahkan sendiri, ambil keputusan dan diawasi sendiri,” ujar Valentino belum lama ini.

Hal itu tercermin dari pengajuan bottom up ( dari bawah ke atas) dari 56 pengelola tempat hiburan karaoke di Sarirejo tersebut, ditahap pertama setelah dilakukan verifikasi mengerucut menjadi15 rumah karaoke yang diusulkan dan setelah dilakukan penilaian internal dari paguyuban rumah karaoke, kemudian turun menjadi 8 tempat hiburan dan mundur 2 akhirnya menjadi 6.

“ Dan itu yang kita jadikan pilot projeck atau percontohan di era adaptasi kebiasaan baru ini,” imbuhnya.

Dikatakan Valentino Kota Salatiga tidak memberlakukan lockdown atau PSBB namun pembatasan kegiatan masyarakat ( PKM), yaitu pembatasan jam operasional dan mobilisasi kerumunan,” Sehingga keinginan sebanyak 54 pengelola karaoke untuk buka secara bersama-sama saya jawab dengan tegas belum bisa. Artinya harus bertahap.

” Ketika kita menginginkan ekonomi tumbuh di Sarirejo dan berharap adanya multy player efeck terhadap sector informal harus berhadapan dengan kesehatan dan di masa pandemi ini protokolnya harus ketat,” tandasnya.

Sehingga yang 27 rumah karaoke yang mengajukan, lanjut Valentino secara bottom up, kita berikan kepada masyarakat melalui paguyuban untuk bergerak dan menilai kesiapan mereka sendiri.

” Sehingga jangan dibalik seakan-akan Dinas Pariwisata yang mengeksekusi, jadi kita bersama selaku mitra untuk mengembangkan peran secara bersama-sama. Yang namanya mitra itu kan sejajar,” pungkasnya.

Sementara salah seorang pengelola rumah karaoke Sarirejo Lukas mengakui terjadi miskomunikasi, ia baru faham bahwa yang mencoret usulan-usulan pembukaan kembali rumah karaoke adalah dari internal paguyuban.

“ Awalnya setahu saya yang mencoret itu dinas, ternyata dari internal paguyuban. Karena saya tidak masuk ke sana jadi kurang tahu. Sekarang dari dinas sudah mencarikan solusi , sudah memberikan pemahaman terkait mekanisme. Semuanya sudah ada aturan, dan saya mengikuti apapun yang menjadi aturan dari Dinas Pariwisata,” katanya. (deb)