Pemeriksaan Pengunjung Polres Semarang Diperketat

Polisi memeriksa setiap pengunjung Mapolres Semarang mengantisipasi ancaman teror
PERKETAT: Polisi memeriksa setiap pengunjung Mapolres Semarang mengantisipasi ancaman teror

JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Polisi memberlakukan pemeriksaan pada setiap pengunjung Mapolres Semarang, Ungaran, Kabupaten Semarang, Selasa (2/1). Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk memperketat kemungkinan ancaman teror yang bisa datanga sewaktu-waktu dari orang tidak bertanggung jawab.

Pengetatan penjagaan ini setelah melihat adanya adanya insiden teror bom yang terjadi di Mapolsek Bontoala yang terletak di samping Masjid Al Markaz Al Islami, Makassar, beberapa hari lalu.

Di pintu masuk penjagaan nampak terlihat antrian kendaraan masyarakat yang akan membuat SIM atau SKCK yang sedang diperiksa dari kendaraan, identitas diri serta barang bawaannya. Serta setiap kendaraan roda dua dan roda empat yang masuk diperiksa bagian dalamnya, tak terkecuali tas yang dibawa oleh pengunjung.

Kapolres Semarang AKBP Agus Nuhgroho menyatakan pihaknya akan meningkatkan keamanan di Mapolres dan seluruh Polsek jajaran, agar kejadian di Makassar tersebut tidak terjadi di wilayah hukum Polres Semarang.

“Kami tidak ingin kecolongan seperti di beberapa daerah, untuk itu kita lakukan pencegahan. Meski melakukan pemeriksaan pada warga yang berkunjung ke Mapolres Semarang, kami tetap meminta anggota untuk bersikap ramah pada warga, sebab polisi sebagai pengayom masyarakat,” ungkap Kapolres.

Pihaknya meminta pada petugas yang tengah berjaga baik di Pos Mapolres maupun di pos penjagaan yang lain untuk meningkatkan kewaspadaan. Tindakan ini sebagai antisipasi terjadinya penyerangan pada anggota kepolisian oleh kelompok tertentu.

“Selain itu buddy system personel saat tugas di lapangan juga kami tingkatkan. Contohnya dengan kelengkapan persenjataan, dan rompi anti peluru,” katanya.

Selain itu juga meningkatkan keamanan di masyarakat. Polisi memberlakukan patroli blueligth di tempat keramaian, obyek vital, kantor pemerintahan dan masyarakat ditingkatkan.

“Kami juga minta agar masyarakat melaporkan setiap adanya gangguan sosial dan keamanan, terlebih yang mencurigakan. Agar kami dapat bertindak sesuai prosedur yang berlaku,” ujarnya.

Selain itu juga berharap pada Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) memberlakukan wajib lapor pada setiap tamu yang menginap diwilayahnya. “Dan warga lebih menggiatkan ronda poskampling ini untuk menjaga wilayah lingkungan warga untuk menghindari adanya gangguan kejahatan dan keamanan,” pungkas Kapolres.

Masyarakat juga diminta bekerjasama dan melaporkan ke pihak yang berwajib jika menemukan hal yang mencurigakan. (dni/muz)