Pemindahan Ratusan Makam Terdampak Tol Sempat Memanas

Ratusan makam di Desa Kertomulyo Kecamatan Brangsong terdampak jalan tol mulai dilakukan pembongkaran untuk dipindahkan ke makam baru dekat dengan ahli waris masing-masing, Minggu (22/4). FOTO:ADYE VIANT/ JATENG POS

JATENGPOS.CO.ID. KENDAL– Sebanyak 165 makam di Desa Kertomulyo Kecamatan Brangsong terdampak pembangunan jalan tol Semarang-Batang terpaksa dipindahkan oleh ahli waris di dua tempat yang berbeda, Minggu (22/4). Dalam proses pemindahan makam tersebut, juga sempat memanas karena diwarnai adu mulut antara warga dengan tim pemindahan.

Pasalnya, warga meminta setiap satu jenasah menggunakan kain sepanjang tiga meter dan disucikan dengan air zam-zam murni serta dibubuhi minyak wangi sesuai yang diinginkan. Hal tersebut sempat membuat ketegangan saat pelaksanaan berlangsung.

Ketua tim pembongkaran makam, Joko Yudi berusaha menjelaskan sesuai dengan kontrak kerja, air yang digunakan untuk mensucikan jenasah menggunakan air zam-zam dan dicampur dengan air bersih. Sesuai hasil pendataan, total terdapat sekitar 165 makam yang dipindahkan oleh ahli waris.

“Makam tersebut dipindahkan ke sebuah lahan di desa setempat yang dijadikan sebagai lokasi makam baru. Namun, setelah dijelaskan warga menyadari dan akhirnya menerima proses pembongkaran tersebut sesuai dengan permintaan yakni menggunakan air zam-zam,” katanya.

Menurut dia, setiap ahli waris akan mendapat ganti rugi. Nilai ganti rugi tergantung dari bahan pembuat makam. Berdasarkan nilai taksir, makam yang terbuat dari tanah dihargai Rp 1,3 juta. Jika tidak ada kendala satu hari ditarget 50 makam bisa dibongkar. “Proses pembongkaran makam sebanyak 165 ini kita targetkan dalam waktu seminggu harus sudah selesai. Untuk itu, sehari kita harus bisa membongkar sebanyak 50 makam,” jelasnya.

Kepala Desa Kertomulyo, Kamsani mengatakan makam yang terdampak jalan tol ini awalnya ada sekitar 500-an lebih. Namun, setelah dilakukan identifikasi hanya ada sekitar 165 makam yang ahli warisnya masih ada. “Untuk saat ini biaya penggalian makam untuk dipindah ke tempat makam yang baru, setiap satu makam di hargai Rp 1,3 juta,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Brangsong, Achmad Ircham Chalid berharap proses pemindahan bisa berjalan lancar sesuai dengan kesepakatan yang disetujui bersama masyarakat Desa Kertomulyo.

Jalan tol Semarang-Batang dibangun melintasi tiga kabupaten, yakni Batang, Kendal dan Semarang yang mana pengerjaannya dilakukan oleh PT Waskita Karya (Persero). Proses pembangunan jalan tol Trans Jawa tersebut hingga kini terus dikebut, jelang menghadapi arus mudik lebaran 2018, meski nantinya akan digunakan secara fungsional. (via/saf/muz)