Pemkab Rembang Efisiensi Anggaran Melalui Digitalisasi

Bupati Abdul Hafidz memotong nasi tumpeng dalam rangka tasyakuran HUT Korpri ke 46 di gedung Setda Rembang. FOTO: AHMAD SHOFA/JATENGPOS.CO.ID

JATENGPOS.CO.ID, REMBANG – Di era digital seperti saat ini, para Pegawai Negeri Sipil (PNS) harus mengikuti perkembangan teknologi. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pun, juga diminta mengurangi pemakaian kertas, pengurangan frekuensi rapat dan studi banding.

Hal itu disampaikan Bupati Rembang, Abdul Hafidz saat memberikan pengarahan kepada para kepala OPD dan jajaran Korpri, di aula lantai 4 kantor Bupati Rembang, Rabu (29/11) kemarin.

Menurut Bupati Hafidz, pola tersebut juga telah menjadi keinginan Presiden Joko Widodo. Karena itu, Pemkab Rembang pada tahun anggaran tahun 2018 mendatang, harus bisa mengurangi kertas, mengurangi rapat dan mengurangi studi banding.

“Jika kita bisa bergerak di sini, maka efisiensi anggaran akan sangat besar,” kata Bupati Hafidz yang juga selaku Pembina KORPRI Rembang.

Penggunaan kertas folio setiap harinya, kata Hafidz, banyak kertas yang yang terbuang, seperti kertas berkas tak terpakai seusai mendapatkan revisi dari atasan.

“Jika semua OPD bisa menghemat penggunaan kertas, selain bisa menghemat anggaran Alat Tulis Kantor (ATK) juga mendukung kelestarian ekosistem hutan,” terangnya.

Menurut Hafidz, penghematan anggaran bisa dilakukan saat ada agenda rapat dan studi banding. Jika sukses terlaksana, maka anggaran yang semula untuk ATK, rapat dan studi banding, tentu bisa dialokasikan untuk kebutuhan lainnya, seperti pemenuhan kebutuhan public dalam upaya mempercepat tercapainya visi misi Bupati dan Wakil Bupati.

Sementara itu Sekda Rembang, Subakti menuturkan bahwa peringatan HUT KORPRI ke-46 dirayakan dengan sangat sederhana. Pasalnya tanggal 29 November ini justru menjadi momentum evaluasi diri bersama untuk pembenahan.