Beranda Jateng Pantura Barat Pemkot Pekalongan Siapkan Anggaran Rp3 Miliar Untuk Penanganan Banjir

Pemkot Pekalongan Siapkan Anggaran Rp3 Miliar Untuk Penanganan Banjir

11

JATENGPOS.CO.ID, PEKALONGAN – Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, menyiapkan anggaran penanganan banjir di wilayah Celumprit Kecamatan Pekalongan Timur sebesar Rp3 miliar berasal dari bantuan Pemprov Jateng.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Pekalongan Khaerudin di Pekalongan, Selasa mengatakan progres penanganan banjir di Celumprit tersebut sudah masuk dalam penyusunan “Detail Engineering Design (DED)” atau acuan gambar kerja.

Pada titik lokasi banjir Celumprit, Kelurahan Degayu, kata dia, kini baru ada satu buah pompa permanen dan sebuah pompa mobile yang diletakkan di ujung muara sungai.

“Hanya saja yang masih menjadi problem adalah air limpasan dari sisi bagian Timur yaitu perbatasan Kali Gabus yang berbatasan dengan Kabupaten Batang karena air mengalir ke barat dan bahkan melimpas ke Jalan Labuhan,” katanya.

Khaerudin mengatakan pemkot terus melakukan upaya penanganan tanggap darurat pascabanjir yang menggenangi sejumlah wilayah belum lama ini.

Banjir yang terjadi di daerah ini, kata dia, karena curah hujan yang relatif tinggi dan air laut yang mengalir melalui drainase primer yaitu sungai-sungai melimpas hingga menggenangi permukiman warga.

Ia mengatakan sebagian permukiman terdampak banjir merupakan wilayah berbentuk cekungan sehingga untuk menyingkirkan air dibutuhkan pompa yang berfungsi secara maksimal.

“Sebanyak 21 pompa yang dimiliki pemkot memang belum sepenuhnya dapat mengatasi genangan banjir karena pompa tersebut hanya untuk mengantisipasi air rob dan curah hujan dalam kondisi normal. Limpasan banjir yang terjadi belum lama ini memang cukup tinggi sehingga untuk menyedot air perlu menunggu air laut dan sungai surut,” katanya.

Menurut dia, saat terjadi banjir khususnya yang menggenangi di wilayah Kecamatan Pekalongan Utara, pihaknya telah melakukan penanganan di lokasi terdampak seperti di Kelurahan Krapyak dengan mengerahkan pompa mobile yang diarahkan ke Randujajar.

“Adapun untuk penanganan berupa pembangunan tanggul permanen, kami masih menunggu kegiatan program  ‘Kota Tanpa Kumuh’ sekaligus menormalisasi saluran yang ada di Sumbawan menuju Mahakam,” katanya. (fid/ant)