Pemprov Jateng Minta RS Aktifkan Kembali Ruang Perawatan Covid-19

11
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan Slamet Budiyanto saat memberikan pengarhan pada petugas medis vaksinasi COVID-19.

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meminta seluruh rumah sakit mengaktifkan kembali ruang perawatan Covid-19.  Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah Yulianto Prabowo mengatakan, tingkat penularan Covid-19 sebelum lebaran sempat mengalami penurunan.

Sebelum lebaran, tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit atau tempat isolasi yang rendah, di bawah 30 persen. “Hari ini dan kemarin, menurut teori epidemiologi merupakan masa inkubasi adalah 2-14 hari, kalau terjadi penularan memang masa-masa kritis,” ujarnya, saat konferensi pers secara daring, Jumat (28/5/2021) siang.

Pihaknya meminta pemerintah kabupaten atau kota mengaktifkan lagi tempat-tempat rawat Covid-19, baik fasilitas isolasi mandiri maupun terpusat, ruang rawat, dan ICU di rumah sakit.

Yulianto mengatakan, kesiapan itu juga diperuntukan bagi tenaga kesehatan dan penyiapan obat-obatan. Termasuk, alat pelindung diri bagi tenaga kesehatan.

“Kami siap bila dibutuhkan dari teman-teman kabupaten dan kota. Empat belas hari pascalebaran adalah hari ini. Seminggu ke depan kita tetap siaga, namun semoga tidak ada peningkatan eksponensial lagi,” imbuhnya.

Yulianto menyebutkan, hingga minggu ke-20, peningkatan jumlah kasus penularan Covid-19 terjadi di beberapa kabupaten atau kota. Namun, ada beberapa di antaranya yang mencatatkan penurunan kasus penularan.

Di antara yang mencatatkan penurunan kasus adalah, Kabupaten Semarang, Klaten, Magelang, dan Blora.

“Cukup banyak yang meningkat, yang meningkat di antaranya Kota Semarang, Demak, Kendal, Kabupaten Tegal, Karanganyar, Wonogiri, Purbalingga, Kudus, Pati, Grobogan, dan Jepara,” sebut Yulianto.

Terkait kasus penularan Covid-19 di Kudus, Yulianto mengatakan tingkat keterisian ruang rawat inap telah mencapai 90 persen. Oleh karenanya, Dinkes Provinsi Jawa Tengah menyiapkan langkah untuk merelaksasi kondisi itu.

Di antaranya, menyiagakan rumah sakit di sekitar Kudus untuk dapat menerima rujukan pasien. Yulianto menjelaskan, saat ini telah menugaskan RSUD Wongso Negoro (RSWN) di Semarang untuk dapat merawat pasien dari Kudus dan sekitarnya. (rit)