Pendaki Difabel Ini Bakal Taklukkan Puncak Elbrus Tepat di HUT RI

MIMPI :Pendaki difabel yang juga karyawan PMI Solo, Sabar Gorky bersama dokter pendampingnya, dr Titis. Foto :
JATENGPOS.CO.ID, SOLO – Salah satu karyawan difabel PMI Kota Solo, Sabar Gorky bakal mendaki Gunung Elbrus, Rusia, 17 Agustus mendatang. Rencananya atlet panjat tebing paragames tersebut juga akan menggelar upacara bendera di puncak gunung tertinggi di Benua Eropa itu.
“Ini kali kedua saya mendaki Elbrus setelah yang pertama tahun 2011 lalum hanya bedanya kalau dulu lewat jalur utara, sekarang lewat jalur selatan. Kemudian saya bersama tim juga akan menggelar upacara bendera termasuk mengibarkab Merah Putih saat di puncak,” jelasnya kepada wartawan.
Mendaki Elbrus, lanjut Sabar, pihaknya tidak sendiri. Sebab selain dirinya ada enam orang lainnya yang bergabung dalam Tim Garuda Muda untuk Merah Putih. “Tim ini istimewa, karena selain saya yang hanya punya satu kaki, ada juga dokter kandungan yang usianya sudah 60 tahun, dua orang perempuan, salah satunya jurnalis serta tiga siswa SMA 68 Jakarta. Kami akan berangkat tanggal 12 Agustus dan mulai mendaki 14 Agustus, sampai puncak tanggal 17 Agustus bertepatan dengan Hari Kemerdekaan RI,” ujarnya.
Ia menambahkan jika pendakian ke Elbrus tersebut merupakan bagian dari mimpinya menaklukkan tujuh puncak tertinggi di dunia. Dimana saat ini ia sudah menundukkan empat diantaranya. Yakni Kilimanjaro, Elbrus, Cartenz Jayawijaya dan Aconcagua.
Disinggung mengenai persiapan, Sabar mengatakan sudah melakukan persiapan fisik sejak Maret lalu serta peralatan yang akan dibutuhkan selama pendakian. Salah satunya tongkat khusus yang bisa digunakan di medan bersalju.
“Bawa dua tongkat, yang satu untuk di medan biasa, satunya untuk medan bersalju. Karena Gunung Elbrus penuh dengan salju sampai puncak. Kalau fisik saya setiap hari bersepeda, dayung dan menarik ban,” paparnya.
Diungkapkan dr Titis B Wahyono, dokter PMI yang mendampingi Sabar untuk persiapan fisik, secara kesehatan dan stamina Sabar sudah sangat siap. Namun sebagai penguatan tetap dilakukan latihan rutin, khususnya untuk menghadapi medan bersalju.
“Selain fisik, kami juga nenyiapkan program untuk memperbaiki gizi makanannya,” jelasnya.
Ditambahkan Sekretaris PMI Solo, Sumartono Hadinoto, PMI mendukung penuh rencana salah satu karyawannya tersebut. Karena itu untuk persiapan Sabar didampingi dokter dari PMI. “Nanti juga akan ada semacam penggalangan dana untuk kegiatan ini. Karena selaib Elbrus, akhir tahun ini rencananya juga akan mendaki Gunung tertinggi di Kutub Selatan,” ujarnya. (Jay/drh)