Penerapan Implementasi Kurikulum Merdeka di SD

Pada tahun 2022 ini, ada hal yang baru dalam pelaksanaan pendidikan di Indonesia. Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, menerapkan kurikulum baru yaitu diberlakukan kurikulum merdeka di sekolah. Mendikbudristek menyatakan bahwa, kurikulum merdeka ini sebagai jalan terbaik dalam mengatasi ketertinggalan pendidikan di Indonesia. Sejak kemerdekaan hingga kini, nampaknya pendidikan Indonesia masih tertinggal `dengan negara-negara lain di dunia.Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung selama 2 (dua) tahun memperburuk krisis dan semakin melebarkan kesenjangan pembelajaran yang terjadi di Indonesia. Banyak anak-anak Indonesia yang mengalami ketertinggalan pembelajaran (learning loss) sehingga mereka kesulitan untuk mencapai kompetensi dasar sebagai peserta didik.

            Hadirnya Kurikulum Merdeka ini mengubah sistem proses pembelajaran yang sebelumnya masih cenderung bersifat kognitif atau hafalan dan minimnya menyentuh aspek afektif dan psikomotorik. Sekarang diubah menjadi pembelajaran dengan menawarkan metode pembelajaran interaktif, sederhana, dan esensial serta mendalam. Implementasi kurikulum diwujudkan dalam bentuk pengalaman belajar dengan prinsip-prinsip yang menjadikannya lebih mudah dan lebih efektif untuk dikomunikasikan ke berbagai pihak seperti pimpinan sekolah, pendidik, pengawas sekolah, dan staf pendukung lainnya. Kurikulum Merdeka dapat diterapkan di semua sekolah/madrasah, tidak terbatas di sekolah yang memiliki fasilitas yang bagus dan di daerah perkotaan. Meskipun, perlu disadari, bahwa tingkat kesiapan sekolah/madrasah berbeda-beda karena adanya kesenjangan mutu sekolah/madrasah antara di daearah dengan di pusat.

            Implementasi Kurikulum oleh satuan pendidikan dapat menggunakan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran peserta didik dan harus memperhatikan ketercapaian kompetensi peserta didik di satuan pendidikan dalam rangka pemulihan pembelajaran. Maka satuan pendidikan diberikan opsi dalam melaksanakan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan  pembelajaran bagi pserta didik. Tiga opsi kurikulum tersebut yaitu Kurikuluum 2013, kurikulum darurat( kurikulum 2013 yang disederhanakan oleh kemdikbudristek) dan kurikulum merdeka.

            Sedang Kurikulum Merdeka menawarkan struktur kurikulum yang lebih fleksibel dan berfokus pada materi esensial sehingga memberikan keleluasaan bagi guru untuk mengajar sesuai kebutuhan dan karakteristik siswa. Menurut Widodo (Syahida, 2014:10), “implementasi berarti menyediakan sarana untuk melaksanakan suatu kebijakan dan dapat menimbulkan dampak/akibat terhadap sesuatu”. Sementara, Nurdin Usman dalam bukunya yang berjudul Konteks Implementasi Berbasis Kurikulum (2002) menuliskan makna implementasi sebagai suatu tindakan atau pelaksanaan dari sebuah rencana yang sudah disusun secara matang dan terperinci. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti pelaksanaan atau penerapan.Istilah implementasi biasanya dikaitkan dengan suatu kegiatan yang dilaksanakan untuk mencapai tujuan tertentu.

            Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik. Projek untuk menguatkan pencapaian profil pelajar Pancasila dikembangkan berdasarkan tema tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah. Projek tersebut tidak diarahkan untuk mencapai target capaian pembelajaran tertentu, sehingga tidak terikat pada konten mata pelajaran.

            Salah satu semangat dalam Kurikulum Merdeka ialah penyelenggaran pembelajaran yang inklusif. Kurikulum merupakan instrumen penting yang berkontribusi untuk menciptakan pembelajaran yang inklusif. Inklusif tidak hanya tentang menerima peserta didik dengan kebutuhan khusus. Tetapi, inklusif artinya satuan pendidikan mampu menyelenggarakan iklim pembelajaran yang menerima dan menghargai perbedaan, baik perbedaan sosial, budaya, agama, dan suku bangsa. Pembelajaran yang menerima bagaimanapun fisik, agama, dan identitas para peserta didiknya. Dalam kurikulum, inklusi dapat tercermin melalui penerapan profil pelajar Pancasila, misalnya dari dimensi kebinekaan global dan akhlak kepada sesama serta dari pembelajaran berbasis projek (project based learning). Pembelajaran berbasis projek ini nantinya akan otomatis memfasilitasi tumbuhnya toleransi sehingga terwujudlah inklusi.

            Pada tahun ajaran 2022/2023 ini SD 1 Ternadi untuk kelas 2,3,5 dan 6 masih menggunakan kurikulum 2013, untuk kelas 1 dan 4 sudah menggunakan kurikulum merdeka. Tentu saja para guru yang mengampu, sebelum nya telah mengikuti pelatihan implementasi Kurikulum Merdeka bak secara daring atau luring. Dalam Pelatihan para guru kelas 1 dan 4  juga mendapat sosialisasi penggunaan aplikasi palt form dan tata cara penggunaanya, yang tujuannya meningkatan potensi Tenaga pendidik guna untuk pengembangan karakter anak sehinnga bisa memahami struktur kurikulum di Kurikulum Merdeka  yaitu berbasis kompetensi, pembelajaran yang fleksibel, dan karakter Pancasila..  Sehingga dalam pelaksanaan kurikulum merdeka ini di sekolah  bisa berjalan dengan baik sehingga penguatan karakter peserta didik profil pelajar pancasila bisa terbentuk sesuai tujuan kurikulum merdeka.(*)

 

Oleh :

Muhammad Iqbal Yusuf, S.Pd.I.

Guru PAI & BP

SD 1 Ternadi, Kec. Dawe, Kab. Kudus