Penggila Judi Online Gondol Tiga Mobil Rental

Korban saat mengecek mobil rentalnya yang dibawa kabur tersangka. Foto: ARI SUSANTO /JATENG POS

JATENGPOS.CO.ID, SRAGEN – Pelaku spesialis penipuan mobil rental ditangkap aparat kepolisian Polres Sragen, Minggu (22/1). Tiga orang tersangka Winarno alias Slamet (40), warga Dukuh Partoyasan, Rt. 05/-, Desa Soko,  Kec. Miri, Sragen, telah menggelapkan tiga unit mobil. Diantaranya dua mobil Toyota Avanza dan Daihatsu Grandmax. Pelaku nekad lakukan tindak pidana penggelapan itu lantaran kecanduan judi online.

Selain itu pihak kepolisian juga menangkap dua penadah mobil hasil kejahatan itu Cholifah Al-Amin (43) dan Widi Risdiyanto (29) keduanya warga Dukuh Ngemplak, Rt.05, Desa Taraman, Kec. Sidoharjo, Sragen.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, penggelapan dan penipuan itu berawal  tanggal (03 November 2022), sekira pukul 07.00 WIB di Dukuh Bulurejo, Rt. 06/04, Desa Pendem, Kec. Sumberlawang, Sragen. Korban Winardi (55), warga setempat didatangi tersangka Winarno dengan dalih ingin menyewa mobil Avanza. Setelah membawa mobil itu, dibawa kabur tersangka dan digadaikan. Uang hasil gadai sebesar Rp 70 juta digunakan tersangka untuk judi online. Aksi tersangka tidak hanya sekali, dia juga menggelapkan dua mobil lain Grandmax dan Avanza lagi.Total hasil kejahatan tersangka Winarno membuat para korban menelan kerugian sekitar Rp 500 juta.

Korban baru melaporkan kasus penggelapan pada tanggal 18 Januari. Dengan laporan itu Polsek Sumberlawang, Sragen lakukan pengusutan. Tersangka berhasil ditangkap.

Kapolres Sragen AKBP Piter Yanottama melalui Kasi Humas Iptu Ari Pujiantoro menjelaskan tersangka menggelapkan dan menggadaikan  3 mobil  Kbm sebesar Rp. 70 juta.

“Hasil kejahatan itu digunakan tersangka untuk bermain judi online,” papar Iptu Ari. Menurut Iptu Ari, mobil kejahatan yang berhasil disita danndiamankan di Polsek Sumberlawang, diantaranya  Avanza No.Pol AD 8912.  Daihatsu Granmax No.Pol AD 8976 CE dan Toyota Avanza  No.Pol AD 1016 DY.

“Tersangka Winarno dijerat pasal 378 dan 372 KUHP sedang dua tersangka lain dijerat pasal 480 KUHP sebagai penadah,” tutur Ari. (ars/sgt)