Penggunaan Benda Nyata dalam Pembelajaran Bangun Ruang

Budi Santoso, S.Pd.

Pelajaran Matematika merupakan salah satu  pelajaran yang memiliki peranan penting dalam perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi ( IPTEK ), baik sebagai alat bantu dalam penerapan bidang ilmu lain maupun untuk penerapan bagi matematika itu sendiri.

Namun pada kenyataannya, matematika adalah momok bagi siswa, karena dianggap sebagai mata pelajaran yang sangat sulit. Permasalahan yang sering muncul dalam pembelajaran matematika pada siswa kelas VI SD Negeri 15 Mulyoharjo adalah kurangnya antusias dan semangat siswa dalam mengikuti pembelajaran, sehingga siswa akan merasa cepat jenuh dalam mengikuti pelajaran matematika tersebut. Hal ini disebabkan karena pembelajaran hanya cukup pada penyampaian materi yg merujuk pada buku paket saja, tanpa adanya media yang digunakan.

            Menurut Supinah dan Agus D.W. ( 2009 : 23-24), pentingnya penggunaan media dalam pembelajaran matematika adalah bahwa media pengajaran itu membantu peserta didik memahami konsep matematika dalam wujud yang konkrit. Sedangkan yang masuk dalam kelompok sarana, membantu terjadinya proses belajar peserta didik.

            Dalam kegiatan pembelajaran Matematika dengan materi bangun ruang, guru dan siswa menyiapkan benda-benda nyata sederhana yang banyak dijumpai di lingkungan sekitar, misalnya kaleng susu, bola tenis,penghapus papan tulis,boneka bentuk dadu,topi caping,dll. Meskipun dengan menggunakan media benda nyata yang sederhana, namun inovasi belajar ini memberikan dampak yang signifikan kepada siswa. Hal ini sangat berbeda jika dibandingkan dengan sebelum menggunakan media tersebut, karena siswa merasa tertantang untuk aktif bekerja, bahkan diharapkan dapat membangun sendiri pengetahuan yang diperolehnya.

            Tujuan menggunakan benda nyata dalam pembelajaran bangun ruang adalah agar siswa menjadi lebih aktif dan kreatif dalam menemukan pengetahuan yang ada. Akan tetapi, setiap media yang digunakan pasti memiliki kelebihan dan kekurangan, namun semua itu tergantung pada kreatifitas  guru dalam menyampaikan media yang digunakan tersebut.

Kelebihan penggunaan benda nyata tersebut adalah benda-benda tersebut mudah di dapatkan di sekitar lingkungan peserta didik, namun ada pula kekurangan yang didapatkan dari benda nyata tersebut yaitu karena tidak semua benda nyata tersebut mewakili semua bangun ruang,sehingga guru perlu membuat dan membawa model bangun ruang lain, misalnya tiruan prisma segitiga,prisma segiempat,limas segitiga,limas segiempat,tabung,kerucut dan bola.

            Adapun langkah-langkah dalam penggunaan benda nyata dalam pembelajaran adalah sebagai berikut : 1). Guru membagi peserta didik menjadi 5 kelompok. 2). Masing-masing kelompok menyiapkan benda nyata yang sudah dibawa dari rumah. 3). Masing-masing kelompok mengamati benda nyata tersebut. 4). Masing-masing kelompok kemudian diminta untuk menghitung banyaknya sisi,rusuk dan titik sudut setiap benda nyata tersebut. 5). Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil pengamatannya secara bergantian.

            Setelah pembelajaran matematika dengan menggunakan benda nyata dilaksanakan, ternyata pemahaman siswa terhadap sifat-sifat bangun ruang menjadi lebih mudah. Siswa kelas VI SD Negeri 15 Mulyoharjo cenderung lebih cepat mengingat sifat-sifat bangun ruang tersebut, dan mereka lebih bersemangat mengikuti pembelajaran serta pembelajaran tampak lebih hidup.

Oleh : Budi Santoso, S.Pd.

SD Negeri 15 Mulyoharjo, Kec. Pemalang, Kab. Pemalang