Pengusaha Armada Pariwisata Gelar Aksi Protes

PPKM Darurat, Pelaku Pariwisata Jadi Sekarat

8
AKSI PROTES : Sejumlah pengusaha armada pariwisata di Pati menggelar aksi protes atas diperpanjangnya aturan PPKM.

JATENGPOS.CO.ID, PATI – Para pelaku pariwisata di Kabupaten Pati baik biro perjalanan, maupun perusahaan otobus, menggelar aksi protes secara damai menyusul kebijakan pemerintah yang telah memperpanjang PPKM Darurat dengan PPKM Level IV.

Aksi protes itu ditunjukan dengan menggelar konvoi iring-iringan bus pariwisata keliling kota, Kamis siang (22/7) Kemarin.

Rombongan konvoi bus pariwisata itu mengambil start dari taman kota, menuju Stadion Joyokusumo, lalu mengarah ke Polres Pati, dilanjutkan ke Simpang Lima, kemudian menuju Jl Sudirman, dan kembali ke garasi masing-masing.

Selain konvoi, dalam aksi damai itu, para pelaku pariwisata itu juga membawa bendera putih sebagai tanda mereka sudah menyerah atas kebijakan PPKM yang diberlakukan pemerintah.

Mereka tidak sanggup lagi dengan kebijakan yang dinilai mematikan sumber penghidupannya. Karena dampak dari penerapan kebijakan tersebut, 95% pelaku pariwisata berhenti total, dan tidak bisa berbuat banyak.

“Harapan kita setelah direlaksasi PPKM ini yang rencananya pemerintah tanggal 26 Juli mendatang, sektor pariwisata harus diperhatikan. Karena sekarang ini kita benar-benar mati sebab pendapatan nol. Memang isunya karena Covid untuk menghindari kerumunan. Tapi saya pikir itu bisa diatur oleh pemerintah untuk mencari jalan keluar yang tidak merugikan kami,” kata Kasiadi, selaku koordinator aksi.

Masih menurut Kasiadi, dulu sektor pariwisata dielu-elukan sebagai penyumbang devisa termasuk terbesar di Indonesia, namun sekarang ini justru dilupakan pemerintah.

“Kita hanya mengingatkan lagi, bahwa pariwisata juga penting untuk ekonomi kita. Untuk masyarakat penting, lebih penting lagi kami pelaku pariwisata. Sehingga dengan aksi ini kami berharap pemerintah dapat memberikan perhatian kepada kita,” tuturnya.

Atas kondisi seperti sekarang ini, Kasiadi mengaku, sudah banyak pelaku parisiwata yang menjual armadanya, karena relaksasi angsuran hanya omong kosong. Karena kebijakan relaksasi angsuran diserahkan kembali ke perusahaan sewa guna usaha dan pihak bank.

Mereka yang terlibat dalam aksi damai kemarin adalah, biro perjalanan wisata dan perusahaan otobus anggota Asosiasi Agen Travel dan Tour Indonesia (ASITA) Pati. (gus)