Peningkatan Mutu PAI di SD melalui Ekstrakurikuler Rebana

        Setiap anak yang lahir tentu membawa potensi tertentu yang perlu dikembangkan melalui pembelajaran.Pembelajaran regular yang lebih dominan pada guru dan waktu yang terbatas tentunya sangat tidak efektif dan kurang menyenangkan .Khususnya di SD Negeri Karangroto 02 Kecamatan Genuk Kota semarang .Penulis berusaha untuk membuat mutu Pendidikan agama Islam melalui ekstrakurikuler rebana.Setiap siswa kami memiliki keunikan masing-masing .Diskursus tentang kecerdasan seorang anak telah banyak dikaji salah satunya oleh Aip Sanipudin(Sanipudin,2017 : 9) yang meneliti kecerdasan seorang anak dapat dilatih dengan cara system pembelajaran natural ,yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.Ada juga penelitian  yang menyebutkan bahwa kecerdasan Kinestetik dapat dilakukan dengan metode pembelajaran gerak dan lagu( Widhiawanati,2011:220),dalam penelitian ini dikatakan bahwa gerak dan lagu (bernyanyi) dapat memenuhi syaraf sehingga dapat membantu anak untuk lebih cerdas.

        Penulis berusaha untuk membuat metode pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang menyenangkan dan tidak membosankan, salah satunya dengan metode pembelajaran melalui ekstrakurikuler rebana.

       Seni musical rebana merupakan salah satu kegiatan seni yang mendorong sistem seni artistik musical seorang anak .Memainkan rebana sebagai strategi pembelajaran ekstrakurikuler di SD merupakan Langkah konkret yang diyakini dapat merangsang kecerdasan seorang anak melalui musik.Selain itu pemilihan musik rebana sebagai kegiatan ekstrakurikuler yang memiliki tujuan sangat kompleks.Selain ditujukan untuk memupuk rasa cinta terhadap Nabi Muhammad Saw juga sebagai upaya membuka simpul-simpul musikal yang ada pada diri anak di Sekolah Dasar.

       Pembelajaran melalui ekstrakurikuler rebana dapat melatih peserta didik untuk berperan aktif melalui kerja sama kelompok,melatih keberanian dan melestarikan budayab religious yang sudah ada sejak abad ke 6 Masehi sa’at Nabi Muhammad Saw hijrah dari Mekah ke kota Madinah.

      Langkah-langkah pembelajaran PAI melalui ekstrakurikuler rebana sebagai berikut : 1) Siswa dibagi menjadi 2 kelompok,masing-masing kelompok terdiri dari   14 siswa

              2) Setiap kelompok terdiri 14 siswa, yaitu 2 sebagai vokalis,4 siswa penabuh rebana ,4 siswa penabuh ketiplak ,2 anak penabuh bas,dan 2 anak memainkan  tamborin icik-icik.

              3) Masing masing kelompok alat musik menabuh secara bergantian kecuali penabuh bas.

              4) Dua siswa yang sebagai vokalis menyanyikan lagu salawat Kisah rasul yang ada pada materi mata pelajaran PAI di kelas 3 SD .

              5) Demikian juga kelompok 2 memainkan rebananya seperti kelompok yang pertama

       Selain faktor situasi pembelajaran,faktor ketepatan pilihan menjadi sangat penting dalam melihat kecerdasan dan potensi anak.dapat dilihat dari jumlah siswa yang ada di kelas 3 SD dari 30 siswa menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar 30,50 % .

Selain itu juga meningkatnya motivasi belajar siswa pada Mapel PAI .Dari hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran PAI melalui ekstra rebana dapat meningkatkan hasil belajar dan kreativitas musikal siswa.

 

Oleh : Ni’matul Hidayah,S.Pd.I

Guru PAI SD Negeri Karangroto 02

Semarang