Penjual Kopi Senjoyo Tewas Bersimbah Darah

Petugas dari Polsek Tengaran memasang police line di lokasi kejadian tewasnya penjual kopi. ( foto : dekan/ jateng pos) Petugas dari Polsek Tengaran memasang police line di lokasi kejadian tewasnya penjual kopi. ( foto : dekan/ jateng pos)

JATENGPOS.CO.ID, TENGARAN – Warga di pemandian umbul Senjoyo, Desa Tegalwaton, Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang gempar. Pasalnya, seorang wanita penjual di warung kopi yang bernama Sumiyati (41) warga Dusun Manggisan Desa Tegalwaton, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang ditemukan tewas bersimbah darah di warungnya, Jumat ( 10/6). Didiuga kuat Sumiyati menjadi korban pembunuhan.

Keterangan yang dihimpun Jateng Pos, kali pertama korban ditemukan bersimbah darah di warung kopi miliknya di kawasan Umbul Senjoyo bawah oleh suaminya yang bernama Yuhdi (50).

Saat itu setelah Jumatan, Yuhdi mendatangi istrinya yang berjualan di warung. Namun ia kaget bukan kepalang setelah melihat istrinya tergeletak kaku bersimbah darah.
Yuhdi pun langsung berteriak minta tolong. Tak lama kemudian beberapa orang yang berada di kawasan Senjoyo berdatangan ke lokasi kejadian. Kemudian Yuhdi melaporkan kejadian ini ke Polsek Tengaran.

Tak lama kemudian, sejumlah petugas datang ke lokasi kejadian untuk olahTKP. Petugas juga memasang police line untuk mempermudah penyelidikan.

Kapolsek Tengaran, AKP Sungkowo saat dikonfirmasi wartawan di lokasi kejadian menjelaskan, korban pertama kali ditemukan oleh suaminya. Kemudian suami korban melapor ke Polsek.

“Untuk indikasi penyebab kematian korban masih dalam penyelidikan. Untuk luka memang ada indikasi terkena benda tajam. Dugaan korban pembunuhan,”katanya.

Dari hasil visum luar, diketahui bagian vital tubuh korban mengalami luka benda tajam sebanyak empat titik.”Saat ditemukan oleh suaminya, kondisi korban sudah kaku. Melihat kondisinya, korban diperkiran meninggal tiga jam lebih dari waktu ditemukan suaminya,”jelasnya.

Ditambahkan Kapolsek, selama ini korban berjualan di lahan miliknya sendiri. “Lokasi berjualan korban ini agak terisolir atau agak sepi. Suami korban mengetahui kondisi istrinya saat mengantar makanan,” katanya.

Dikatakan Kapolsek, pihaknya masih menyelidiki kasus dugaan pembunuhan ini dengan mengumplkan keterangan para saksi dan olah TKP. ” Kami masih menyelidiki kasus ini” pungkasnya. ( deb)