Pentingnya Keselarasan Pembelajaran dimasa Transisi PAUD ke SD

Awal tahun pelajaran baru adalah waktu yang ditunggu bagi peserta didik baru. Anak yang sudah memasuki usia sekolah Dasar. Mereka akan mendaftarkan di sekolah yang menjadi idolanya. Sekolah harus menerima setiap pendaftar jika kouta masih memenuhi. Sekolah Dasar tidak boleh melakukan tes dalam melakukan seleksi PPDB. Penerimaan Peserta Didik Baru harus sesuai dengan prosedur yang sudah ditentukan.

                Sekolah Dasar sebagai lembaga pendidikan. Harus mampu menyelaraskan pembelajaran di lembaga bawahnya. PAUD ( Pendidikan Anak Usia Dini )merupakan lembaga non formal. Anak usia mulai 3 tahun sudah mulai ikut dalam Kelompok Belajar. Pola belajar di PAUD  mengajak anak bermain sambil belajar tanpa dituntut untuk pembelajaran calistung. Namun kenyataan yang ada orang tua memberikan tuntutan ke lembaga agar anak bisa membaca dan menulis.

                Orang tua sebagai mitra sekolah. Harus bisa mengubah meansed. Bahwa sekolah non formal berfungsi untuk melatih siswa dalam mengembangkan motorik anak. Kemampuan bersosialisasi. Bukan sebagai wadah untuk belajar calistung .

                Usia anak PAUD adalah usia emas yang harus dikembangkan . Anak dituntun untuk berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya. Kesiapan dalam belajar dan bersosialisasi. PAUD menjadi fondasi awal dalam mengembangkan karakter .Pembelajaran yang menyenangkan . bermain sambil belajar. Kemampuan mengenal lingkungan sekitar .Kegiatan yang menyenangkan . sambil menggali kemampuan peserta didik .

                Pada Pembelajaran di PAUD terdapat enam pondasi yang harus dikembangkan. 1).  Mengenal nilai agama dan Budi pekerti. 2). Keterampilan sosial dan bahasa untuk berinteraksi 3). Kematangan emosi  untuk  berkegiatan diluar sekolah.4). Kematangan kognitif untuk melakukan kegiatan belajar. 5) . Pengembangan keterampilan motorik dan perawatan diri untuk berpartisipasi di lingkungan belajar secara mandiri. 6). Pemaknaan belajar adalah suatu hal yang menyenangkan dan positif.

                Pondasi belajar dijenjang sebelumnya harus tetap dikembangkan di Sekolah Dasar. Terutama kelas awal . Pembelajaran didua minggu pertama harus tetap menyelaraskan dengan pendidikan sebelumnya. Terlebih tidak semua anak mengalami masa pendidikan di PAUD. Guru Sekolah Dasar Tetap harus menggali pondasi awal tersebut. Sehingga anak bisa tumbuh sesuai dengan kebutuhannya.

                Selaras dengan permendikbud no 18 tahun 2016 tentang pengenalan lingkungan sekolah bagi peserta didik baru. Pengenalan lingkungan mempunyai tujuan untuk 1). Mengenal potensi siswa.2).Beradaptasi dengan lingkungan belajar baru. Antara lain keamanan sekolah, sarana prasarana, fasilitas umum. 3). Menumbuhkan motivasi ,semangat cara belajar efektif.4). Mengembangkan interaksi positif. 5). Menumbuhkan prilaku positif, seperti jujur,saling menghargai ,disiplin. Kegiatan pengenalan lingkungan dilakukan selama tiga hari diminggu pertama masuk.

                Pengenalan lingkungan sekolah berisi kegiatan yang edukatif, bermanfaat dan menyenangkan .Dengan kegiatan yang bermakna maka pserta didik lebih mudah mengingat. Melakukan kegiatan secara mandiri. Selain itu juga melatih hidup bersosial dengan teman . semua warga sekolah . Kegiatan ini bisa dilakukan secara berkolaborasi dengan rekan guru lain . Dengan demikian anak akan memaknai setiap kegiatan yang telah di pelajari.

                Kegiatan seperti bercerita ,memaknai isi cerita sambil menggali kemampuan anak. Kegiatan tersebut sangat menyenangkan . secara holistik pondasi awal tersebut bisa tercapai . Anak merasa nyaman dalam belajar . Bagi  guru memudahkan  dalam merancang pembelajaran yang sesuai dengan tingkatan anak. Anak akan merasa senang belajar di lingkungan baru.

Oleh : Retno Kuntarti,S.Pd.SD

 Guru SDN 3 Jatiharjo