Penyebab Tewasnya Gilang Terungkap, UNS Hentikan Sementara Kegiatan Menwa

416
Markas Menwa UNS ditutup sementara waktu usai kasus meninggalnya salah satu mahasiswa saat mengikuti Diklatsar Menwa. ANTARA/Aris Wasita

JATENGPOS.CO.ID, SOLO – Polisi mengungkap mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo peserta Diksar Menwa, Gilang Endi Saputra (21), meninggal dunia diduga akibat mengalami penyumbatan otak. Selain itu ditemukan tanda bekas kekerasan.

“Korban meninggal diduga akibat terjadi penyumbatan di bagian otak,” kata Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Iqbal Alqudusy dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (26/10/2021).

Iqbal menyebut terkait kondisi lainnya pada tubuh Gilang masih menunggu hasil autopsi. Untuk sementara diketahui ada bekas kekerasan.

“Untuk berapa titik saya belum bisa sebutkan. Hasilnya keluar kurang dari sepekan,” ujarnya.

Dalam penanganan kasus tersebut, Polda Jateng sudah memeriksa 18 orang, terdiri dari delapan orang peserta Diksar Menwa, sembilan orang panitia Diksar Menwa dan satu orang dosen UNS.

“Sementara kami masih sidik. Belum ada yang ditetapkan tersangka. Namun dari visum ada tanda-tanda kekerasan,” imbuhnya.

Gilang meninggal Minggu (24/10) lalu. Mahasiswa semester 3 jurusan D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (KKK) UNS itu meninggal di hari kedua pendidikan dasar (Diksar) Menwa yang bertajuk Pendidikan Pra Gladhi Patria XXXVI.

Sementara itu, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jawa Tengah, akan memberikan pendampingan hukum untuk panitia maupun keluarga korban terkait meninggalnya salah satu mahasiswa saat mengikuti Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Resimen Mahasiswa (Menwa).

“Pendampingan hukum tentu akan kami berikan kepada keluarga almarhum hingga persoalan ini tuntas, termasuk panitianya,” kata Wakil Rektor UNS Bidang Akademik Kemahasiswaan Ahmad Yunus di Solo, Selasa.

Sebagai tindak lanjut dari kejadian tersebut, katanya, untuk sementara ini seluruh kegiatan Menwa dihentikan, baik itu kegiatan di luar maupun di dalam kampus.

“Termasuk Mapala itu juga berisiko, kami juga hentikan. Praktik-praktik Menwa di kampus akan kami evaluasi total. Kampus ini bukan militer,” katanya.

Sementara itu, ujar dia, hingga saat ini pihak kampus masih menunggu hasil autopsi dari kepolisian.

“Sepenuhnya UNS menyerahkan kesimpulan resmi dari kepolisian. Nanti seperti apa, apakah kecelakaan atau ada unsur dugaan kekerasan kami menunggu secara resmi dari kepolisian,” katanya.

Direktur Reputasi Akademik dan Kemahasiswaan UNS Surakarta Sutanto mengatakan saat ini Markas Korps Mahasiswa Siaga atau Menwa ditutup sementara waktu.

“Panitia sebanyak 21 orang saat ini terus dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. Sepenuhnya kami serahkan sidang ini kepada pihak berwenang,” katanya. (rit/ant)