Penyebaran AIDS PSK Gunung Kemukus Diawasi

Gunung Kemukus

JATENGPOS.CO.ID, SRAGEN — Kawasan Gunung Kemukus masih dituding sebagai salah satu lokasi pusat penyebaran HIV/Aids di Sragen. Prostitusi terselubung di kawasan wisata religi di Desa Pendem, Sumberlawang, Sragen ini  merebak. Namun demikian upaya pemerintah untuk mengikis citra negatif Gunung Kemukus terus berlangsung.

Kepala Desa Pendem, Kecamatan Sumberlawang Herdiyana menyampaikan, saat ini jumlah Pekerja Seks Komersial (PSK) di Gunung Kemukus diperkirakan tinggal 50 persen saja. Namun mayoritas PSK yang beroperasi di Gunung Kemukus bukan merupakan warga Sragen. ”Hampir semuanya bukan warga Sragen, jika ada hanya 1-2 orang saja yang Sragen,” ujar Herdiyana.

PSK atau juga disebut anak binaan di kawasan tersebut rata-rata berusia 20-30 tahun. Namun tidak ada yang dibawah umur, sedangkan yang berusia 30 tahun keatas tidak banyak. ”Data terakhir jumlah disini sekitar 66 orang, tapi tinggal setengah, hanya 30 an yang masih ada si sekitar sini,” jelasnya.

Disinggung soal penyakit persebaran HIV/Aids, pihaknya tidak memungkiri terjadi di Kawasan Gunung Kemukus. Herdiyana menjelaskan berdasarkan informasi yang dihimpun, ada 16 PSK yang ditengarai terjangkit penyakit tersebut. Hanya saja sebagian sudah kembali ke daerah asalnya. ”Soal yang tertular dengar sempat ada, data terakhir sempat dengar ada 16. Mereka sebagian sudah pulang, tinggal 5 atau 6. Mereka bukan warga Sragen,” bebernya.

Dalam hal pembersihan di Gunung Kemukus Herdiyana menegaskan, masalah ini sudah dilimpahkan ke Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sragen. Pihaknya menyampaikan dua kali upaya tindakan sempat bocor dan hasil tidak maksimal. Pihaknya mengusulkan agar sistem penanganan untuk diganti.

Dia menjelaskan, ada empat akses masuk ke Gunung Kemukus. Diantaranya melalui Jembatan Samudro, melalui jalan RT 32, akses Candirejo , Desa Bagor Kecamatan Miri dan Dukuh Tawangsari. ”Minimal kalau mau operasi, 4 akses tersebut dijaga bersamaan, atau ada sistem lain yang digunakan Satpol,” ujarnya.

Pengelola Wisata Gunung Kemukus M. Suparno menyampaikan pihaknya  berupaya keras menjelaskan ke pengunjung bahwa ritual religi d Gunung Kemukus tidak terpatok pada aktifitas seksual. Himbauan juga diakukan melalui pamflet, MMT dan sebagainya.

”Kita kerjasama dengan desa dan muspika setempat, saat ini memang sudah pada rel wisata religi, namun pemberitaan tidak sesuai harapan kami. Kami juga akan membuat buku saku tentang sejarah buku Kemukus, tapi operasi juga harus tetap dilakukan,” tandasnya.

Terpisah Kepala Satpol PP Sragen Tasripin menegaskan pihaknya serius melakukan pembersihan di Gunung Kemukus. Hanya saja untuk metode operasi, pihaknya belum bisa menjelaskan. ”Mohon metode belum kami sampaikan dulu, yang pasti kami serius,” terangnya. (ars/mar)