Penyerapan Dana Desa Terkendala SDM, Bupati Semarang Apresiasi Kades Kembangkan Potensi Desa

Bupati Semarang H Mundjirin menyalami para kepala desa dan perangkat desa se-Kecamatan Bandungan usai apel bersama di halaman Balai Desa Jetis, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. FOTO : ABDUL MUIZ/JATENGPOS.CO.ID

JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN – Selama dua tahun ini pengelolaan anggaran Dana Desa (DD) dan Anggaran Dana Desa (ADD) banyak mengalami kendala. Sehingga tidak sedikit dana desa yang kurang tepat sasaran untuk pemberdayaan desa. Hal ini dikarenakan minimnya kemampuan perangkat desa dan tidak adanya konsultan desa yang mendampingi pelaksanaan rencana desa.

Ketua Hamong Projo Kabupaten Semarang, Latief Kurniawan menyatakan adanya dana desa sangat membantu desa. Hanya saja saat ini masih ada kendala desa dalam menggunakan desa. Hal ini diakibatkan berbagai faktor seperti masih adanya desa yang belum bisa merencanakan sesuai dengan kebutuhan yang ada dan sesuai regulasi yang ada untuk diaplikasikan sesuai perencanaan.

“Hanya saja saat ini desa belum memiliki tenaga ahli yang menguasai perencanaan dan pelaksanaan, saat ini masih sebatas hanya kemampuan dan pengetahuan perangkat desa saja,” ujar Latief di Suruh, Kabupaten Semarang, Rabu (6/12).

Latief mencontohkan dalam sebuah pembangunan fisik harus menggunakan perhitungan teknis, padahal belum menguasai teknis. Perangkat desa pun belum seluruhnya memiliki kemampuan teknis yang dibutuhkan. “Harusnya ada kemampuan pendampingan secara nyata untuk melaksanakan rencana dalam kegiatan,” ungkapnya.

Selama ini pendamping desa tidak memiliki kemampuan untuk menjadi konsultan dalam pelaksanaan dana desa. Seperti perhitungan gambar teknis pendamping desa banyak yang tidak menguasai dan mampu bertanggung jawab.

“Padahal desa membutuhkan konsultan yang mendampingi dan bertanggung jawab atas kegiatan. Sementara itu jika hal ini diserahkan Dinas Pekerjaan Umum juga tidak mampu dalam mendampingi dan mengawasi pelaksanaan dana desa, karena keterbatasan jumlah sumber daya manusia,” ungkapnya.

Sementara itu, di tempat terpisah Bupati Semarang H Mundjirin mengapresiasi pemberdayaan warga desa atas inisiatif dari beberapa kepala desa dalam mengembangkan potensi unggulan yang dimiliki desanya. Diantaranya dengan menyelenggarakan desa wisata (deswita) guna mengenalkan berbagai sumber daya alam maupun kuliner kepada khalayak umum.

“Meski telah ada bantuan dana desa, beberapa desa yang berinisiatif mengembangkan potensinya melalui pengembangan desa wisata patut di hargai. Ini sangat berperan menambah penghasilan desa yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan warga desa setempat,” katanya saat apel dan dialog dengan perangkat desa se Kecamatan Bandungan di kompleks Balai Desa Jetis Bandungan, Rabu (6/12) pagi.

Ditambahkan Bupati, Pemkab terus berupaya memberikan stimulan kepada Pemerintah Desa untuk mengembangkan segenap potensi yang dimilikinya. Potensi seperti buah alpokat, keindahan pemandangan alam, kuliner serta lainnya dapat dipoles dan dipasarkan kepada wisatawan. (dni/muz)