Perempuan Asal Colomadu Diduga Korban Pembunuhan

JATENGPOS.CO.ID,  SRAGEN – Sosok mayat perempuan gemparkan warga Jetiskarangpung, Kecamatan Kalijambe, Sragen, Kamis (22/6) pagi. Diduga mayat perempuan bernama Yuspita Sari Anggit pratama (22) warga Dukuh Bendungan,RT 03 RW 06 Desa Klodran, Kecamatan Colomadu, Karanganyar korban pembunuhan. Pasalnya, saat ditemukan adanya bercak darah segar, kaki terluka dan wajah ditutup dedaunan. Untuk memastikan kematian korban tim forensik Polres Sragen lakukan autopsi.

Informasi yang dihimpun, terdapat penemuan mayat seorang perempuan tanpa identitas. Mayat tersebut tergeletak di perkebunan pisang.

Awalnya seorang petani yakni Agus Komarudin,57, warga sekitar tengah berangkat kesawah sembari mencari rumput. Lantas saat melewati kebun pisang, dia melihat sesuatu tergeletak. Ternyata setelah didekati sosok tersebut adalah mayat yang ditutupi daun pisang.

Melihat mayat tersebut, dia bergegas memberitahukan temannya. Kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada warga. Setelah mengecek di lokasi penemuan, jenazah, warga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kalijambe.

Lantas petugas bergegas menuju ke TKP lokasi penemuan mayat tersebut. Masih di lokasi, terdapat darah keluar dari hidung dan mulut korban. Selain itu juga ada luka di kaki kiri jenazah tersebut. Namun tidak ada identitas yang melekat pada korban.

Sementara ini, Ciri-ciri Korban yakni tinggi badan sekitar 150 cm, Kulit sawo mateng. Rambutnya hitam ikal dan panjang. Sedangkan postur tubuhnya termasuk gemuk dan pendek. Saat ditemukan korban memakai Baju switer lengan panjang warna coklat. Kemudian korban juga memakai celana panjang training warna hitam.

Lantas di tubuh korban juga masih terdapat perhiasan yang dikenakan. Diantaranya cincin yang masih melekat di jari dikelingking kanan dan jari telunjuk kiri. Kemudian kalung korban juga masih ada di lehernya.

Kasat Reskrim Polres Sragen AKP Wikan Sri Kadiyono menyampaikan diduga jenazah tersebut merupakan korban pembunuhan. ”Belum kami pastikan 100 persen, namun 60 persen diperkitrakan korban pembunuhan. Selanjutnya kami menunggu hasil autopsi,” ujarnya.

Dia menjelaskan korban tanpa identitas saat ditemukan warga. Saat ini masih dalam proses autopsi di RS Muwardi Solo. (ars)