Beranda Jateng Permen Ristek Dikti Kebiri Organisasi Advokat

Permen Ristek Dikti Kebiri Organisasi Advokat

Dikhawatirkan Terjadi Jual Beli Ijazah

224
DISKUSI : Suasana FGD DPC PERADI Solo di Hotel Syariah Solo menyikapi Permen Ristek Dikti No 5/2019.
DISKUSI : Suasana FGD DPC PERADI Solo di Hotel Syariah Solo menyikapi Permen Ristek Dikti No 5/2019.

JATENGPOS.CO.ID, SOLO – DPC PERADI Solo menggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait diterapkannya Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) RI Nomor 5 Tahun 2019 Tentang Program Profesi Advokat. Permen tersebut dinilai akan mengebiri organisasi advokat dan parahnya bisa mengurangi profesionalitas kinerja advokat, termasuk didalamnya bisa memunculkan praktik jual beli ijasah.

“Mulai diberlakukannya Permen nomor 5 ini akan merubah banyak hal utamanya dalam mencetak advokat berkualitas. Salah satunya mengebiri organisasi profesi advokat,” kata Badruz Zaman, Ketua PERADI Solo, saat FGD PERADI Solo di Syariah Hotel Solo, Jumat (12/7).

Dijelaskan Badrus, selama ini Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) dan Ujian Profesi Advokat (UPA) diselenggarakan oleh organisasi advokat, salah satunya PERADI. Dengan Permen tersebut pendidikan diselenggarakan oleh Perguruan Tinggi yang ditunjuk. Ironisnya lagi setelah mengantongi ijasah profesi dari Perguruan Tinggi mereka bisa langsung beracara tanpa melalui proses magang dan penilaian lapangan.

“Advokat adalah profesi yang butuh jam terbang, kalau tanpa pengalaman bagaimana bisa mengukur kualitasnya,” imbuhnya.

Dalam FGD tersebut berkumpul seluruh pengurus PERADI Solo dan sejumlah doktor ahli hukum, nanti akan dirumuskan sejumlah rekomendasi yang akan disampaikan ke DPN PERADI Pusat.

“Hasil FGD ini akan kita sampaikan DPN PERADI. Dan beberapa organisasi dan perhimpunan advokat juga siap mengajukan judicial review,” tandasnya. (dea/bis)