Perpisahan Sang Legenda

JATENGPOS.CO.ID, LIVERPOOL – Petualangan Jurgen Klopp di Liverpool berakhir sudah. Ia mengucapkan pidato perpisahan di Anfield setelah hampir satu dekade menjadi manajer Liverpool, Minggu (19/05/2024) malam WIB. Klopp bergabung dengan Liverpool pada Oktober 2015. Dia memberikan banyak mimpi indah bagi fans Liverpool, termasuk gelar juara Premier League dan Liga Champions.

Sejatinya, Klopp masih punya kontrak dengan Liverpool hingga Juni 2026. Namun, pada awal 2024, Klopp membuat pengumuman yang mengejutkan. Dia bakal menyudahi karier di Liverpool lebih cepat. Klopp akan meninggalkan Liverpool pada akhir musim 2023/2024 dan laga melawan Wolverhampton di Anfield jadi yang terakhir dia duduk di bench. Setelah itu, posisinya akan digantikan Arne Slot.

Liverpool menutup laga terakhir Premier League 2023-2024 dengan kemenangan 2-0 atas Wolverhampton Wanderers, Minggu (19/05/2024) malam WIB di Anfield. Dua gol The Reds dicetak oleh Alexis Mac Allister dan Jarell Quansah.

Liverpool memberikan segalanya untuk menghibur fans di Anfield melalui dominasi 68 persen penguasaan bola, 36 tendangan (14 tepat sasaran). Dominasi besar itu terjadi karena pada menit 28 Nelson Semedo, full-back Wolves, menerima kartu merah.

Tidak untuk menghibur fans di Anfield semata, Liverpool juga melakukannya untuk sang manajer, Jurgen Klopp. Pertandingan melawan Wolves itu jadi yang terakhir baginya melatih Liverpool, di Anfield.

Datang pada 2015 menggantikan Brendan Rodgers, Klopp membangkitkan Liverpool hingga tim mampu mengakhiri 30 tahun penantian gelar Premier League, serta memenangi Liga Champions, Piala FA, dan Piala Liga.

Guard of honour diberikan para pemain tim serta staf selepas laga berakhir. Klopp, juga fans, emosional dengan suasana di Anfield dan memberikan salam perpisahan terakhirnya sebagai pelatih tim dari Merseyside tersebut.

“Saya benar-benar terkejut, saya pikir saya sudah hancur, sejujurnya, tapi ternyata tidak. Saya sangat senang, saya tidak percaya,” papar Klopp dikutip dari Liverpool Echo.

“Saya sangat senang dengan kalian semua, tentang atmosfernya, tentang permainannya, tentang menjadi bagian dari keluarga ini, tentang kami, bagaimana kami merayakan hari ini. Sungguh luar biasa. Terima kasih banyak.”

“Ini tidak terasa seperti akhir, hanya terasa seperti permulaan karena saya melihat hari ini sebuah tim sepak bola bermain penuh talenta, penuh pemain muda, penuh kreativitas, penuh hasrat, penuh keserakahan. Itu adalah salah satu bagian dari pembangunan, dan itulah yang Anda butuhkan tentunya,” lanjut Klopp.

“Tapi yang jelas sejak beberapa minggu ini saya mendapat terlalu banyak perhatian, rasanya sangat tidak nyaman. Namun saat ini saya menyadari banyak hal. Orang-orang mengatakan kepada saya bahwa saya telah mengubah mereka dari orang yang ragu menjadi orang yang punya keyakinan kuat. Itu tidak benar,” ungkapnya.

“Percaya adalah tindakan aktif: Anda harus melakukannya sendiri. Saya hanya bilang kami harus melakukannya. Anda berhasil. Itu perbedaan yang besar,” sambungnya.

“Dan sekarang tidak ada yang menyuruh Anda berhenti percaya. Karena klub ini berada dalam momen yang lebih baik dari sebelumnya? Mungkin selamanya – saya harus bertanya pada Kenny (Dalglish)! Sejak lama, izinkan saya mengatakannya seperti itu,” urai Klopp yang akan digantikan Arne Slot per musim depan tersebut.

Ada banyak hal sulit. Banyak rintangan yang dihadapi. Namun, Klopp telah memberikan kisah cinta yang sulit dilupakan fans Liverpool. Termasuk pada hari ketika Liverpool bersua Wolves, Klopp tercatat menjadi manajer selama 3.188 hari. Bukan waktu yang singkat. Ini adalah periode paling banyak Klopp menangani satu klub.

Pada periode itu, Klopp memimpin Liverpool pada 489 laga di semua ajang. Dari jumlah laga tersebut, Klopp mampu memenangi 304 laga. Mereka hanya 85 kali kalah dan 100 laga lainnya berakhir imbang.

Klopp dikenal dengan gaya bermain agresif di Liverpool. Mereka sangat jarang bermain bertahan. Hal itu terbukti dari 1088 gol yang mampu dicetak Liverpool era Klopp. Sementara, gawang mereka hanya kebobolan 550 kali.

Jurgen Klopp memang tidak bisa mendobrak dominasi Pep Guardiola di Premier League. Dia meraih satu gelar saja. Namun, dengan segala hal terkait anggaran transfer dan banyak lainnya, Klopp sudah memberikan yang terbaik.

Klopp membuat Liverpool berada pada level yang sangat stabil dan konsisten. Klopp bisa memanfaatkan sumber daya yang ada dengan maksimal. Pada akhirnya, Klopp adalah legenda.

“Ketika mereka tinggal di satu tempat, mereka tinggal di sana selamanya. Dia selevel dengan Bill Shankly, Bob Paisley, dan legenda lainnya, Jurgen Klopp akan berada di sana,” ucap Pep Guardiola. (bol/riz)