Pertumbuhan Ekonomi 2023 Tetap Tinggi

Harus Ada Sinergi dan Inovasi”

- APRESIASI- Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah juga memberikan apresiasi kepada 11 (sebelas) mitra strategis Bank Indonesia di daerah dalam pengendalian inflasi, pengembangan ekonomi daerah melalui UMKM dan ekonomi syariah, dan pengedaran uang rupiah serta sistem pembayaran nontunai. FOTO : IST/ANING KARINDRA/JATENG POS

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Sejalan dengan prakiraan ekonomi pertumbuhan ekonomi nasional yang tetap kuat pada 2023, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah juga memprakirakan bahwa perekonomian Jawa Tengah pada tahun depan akan tumbuh tinggi sekitar 4,5 – 5,3% (yoy).

“Kinerja yang lebih baik, di tengah tantangan global berupa risiko stagflasi dan reflasi, akan ditopang oleh sinergi kebijakan antara pusat dan daerah serta inovasi dalam mendorong investasi, pengembangan sektor utama di Jawa Tengah dan pendukung substitusi impor, pengembangan aktivitas pariwisata, serta melanjutkan pembangunan infrastruktur,” kata Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Firdauz Muttaqin.

Pada kesempatan Pertemuan Bank Indonesia (PTBI) Tahun 2022, M. Firdauz Muttaqin juga menyampaikan bahwa penguatan sinergi dan inovasi juga tidak hanya dalam konteks penanggulangan dampak pandemi COVID-19, namun juga sekaligus mendorong akselerasi pemulihan ekonomi dan mengendalikan inflasi.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyampaikan bahwa upaya bersama perlu dilakukan dalam menggali dan menumbukan potensi ekonomi yang ada di Jawa Tengah serta monitoring perkembangan harga dalam rangka memperkuat ketahanan dan kebangkitan menuju Indonesia maju.

Dalam memperkuat kebijakan moneter Bank Indonesia pada 2023 yang difokuskan pada menjaga stabilitas (pro-stability) dan 4 (empat) bauran kebijakan lainnya yang diarahkan untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional (pro-growth), Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Tengah, KPwBI Solo, Purwokerto, dan Tegal bersama pemerintah daerah akan melakukan serangkaian kebijakan pendukung.

 Beberapa kebijakan bersama pemangku kebijakan di daerah akan difokuskan pada upaya menarik investasi potensial di berbagai daerah dan kawasan industri, meningkatkan kapasitas dan akses pasar UMKM melalui berbagai fasilitasi kegiatan baik di dalam maupun di luar negeri, mendorong perluasan digitalisasi UMKM, usaha ekonomi syariah, dan sistem pembayaran, serta penguatan peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melalui kerangka 4 K (ketersedian pasokan, kelancaran distribusi, keterjangkauan harga, dan komunikasi efektif) dan Tim Percepatan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).

Dalam kesempatan PTBI Tahun 2022 tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah juga memberikan apresiasi kepada 11 (sebelas) mitra strategis Bank Indonesia di daerah dalam pengendalian inflasi, pengembangan ekonomi daerah melalui UMKM dan ekonomi syariah, dan pengedaran uang rupiah serta sistem pembayaran nontunai (daftar penerima apresiasi terlampir).

Forum PTBI merupakan forum strategis yang diselenggarakan secara rutin di akhir tahun untuk menyampaikan pandangan Bank Indonesia mengenai perekonomian terkini, tantangan, prospek, dan arah bauran kebijakan Bank Indonesia. Acara yang diselenggarakan secara hybrid dari Jakarta dan terdapat arahan Presiden Republik Indonesia, dilanjutkan dengan acara untuk lingkup Jawa Tengah yang dihadiri oleh Wakil Gubernur Provinsi Jawa Tengah, Forkompimda Provinsi Jawa Tengah, pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Bupati/Walikota se-Jawa Tengah, Kepala OJK Regional III Jawa Tengah dan DIY, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Solo, Purwokerto, dan Tegal, perbankan, akademisi, asosiasi/perusahaan, dan media.(aln)